Kementerian Luar Negeri sedang memeriksa kabar mengenai seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga meninggal saat bertugas sebagai militer asing di Rusia. Proses tersebut dilakukan melalui koordinasi resmi dengan otoritas Rusia dan melibatkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow.
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa informasi itu belum dapat dinyatakan sebagai fakta sebelum proses verifikasi selesai. Keterangan tersebut disampaikan saat dikonfirmasi pada Kamis, 29 Oktober 2026, dan dikutip Kompas.com.
“Tengah melakukan verifikasi terkait informasi 1 (satu) WNI yang diduga meninggal dunia pada saat bertugas sebagai militer asing di Rusia melalui jalur koordinasi resmi dengan otoritas Rusia,” kata Heni Hamidah.
Heni meminta masyarakat dan pihak lain tidak menyebarkan spekulasi selama pemeriksaan berlangsung. Imbauan itu, menurut dia, diperlukan untuk menghormati keluarga sekaligus menjaga data pribadi WNI yang kabarnya meninggal tersebut.
Perlindungan WNI menunggu hasil pemeriksaan
Kemlu bersama perwakilan RI terkait menyatakan akan memberikan pelindungan sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam pelaksanaan tugas itu, keselamatan WNI menjadi salah satu hal yang dikedepankan. Namun, keterangan resmi mengenai identitas, keadaan, serta status akhir warga negara tersebut masih menunggu hasil koordinasi dengan pihak berwenang Rusia.
- Verifikasi: dilakukan Kemlu melalui KBRI Moskow dan otoritas Rusia.
- Status informasi: seorang WNI diduga meninggal saat bertugas sebagai militer asing, tetapi kabar itu belum terkonfirmasi secara resmi.
- Imbauan pemerintah: masyarakat diminta memeriksa tawaran kerja di luar negeri yang mengarah pada perekrutan militer asing.
Kabar sebelumnya mengenai seorang WNI bernama Muhammad Taufiq disampaikan Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina atau HUR pada Selasa, 27 Oktober 2026. HUR menyebut Taufiq sebagai salah satu warga asing yang direkrut untuk bertempur bersama pasukan Rusia dalam perang di Ukraina. Informasi dari pihak Ukraina itu kini sedang diverifikasi melalui jalur resmi oleh pemerintah Indonesia.
Menurut keterangan HUR yang diberitakan Kompas.com, Taufiq disebut lahir di Sorong pada 22 Mei 1978 dan sebelum berangkat ke Rusia tinggal di Surabaya. Ia dikabarkan pernah bekerja sebagai sopir taksi di Jakarta serta manajer perusahaan pertanian. HUR juga menyebut ia memiliki pengalaman bekerja di Amerika Serikat dan dapat berbahasa Inggris.
Kemlu mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri, terutama yang memiliki indikasi perekrutan untuk bergabung dengan militer asing. Heni meminta setiap tawaran diverifikasi agar calon pekerja tidak menghadapi risiko keselamatan dan persoalan perlindungan hukum di negara penempatan.