Pemerintah memprioritaskan pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan kebijakan itu saat menerima Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (2/11).
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Papua Tengah mengusulkan dua lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Nabire. Usulan itu disampaikan dalam pembahasan mengenai dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan layanan pendidikan di provinsi tersebut.
“Untuk Pak Gubernur, kami harus bantu, yang bisa sesuai tugas kami, ini program strategis Bapak Presiden, daerah 3T itu kami prioritaskan,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Menurut Saifullah, wilayah 3T termasuk sasaran utama program pembangunan Sekolah Rakyat. Pemerintah menargetkan tersedia setidaknya satu gedung Sekolah Rakyat permanen di setiap kabupaten dan kota. Dengan kebijakan itu, penyediaan layanan pendidikan diarahkan agar menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah.
Rancangan jenjang dan daya tampung
Sekolah Rakyat yang direncanakan akan mencakup jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Setiap sekolah diproyeksikan menampung sekitar 2.000 siswa, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.
- Sekolah milik pemerintah provinsi dapat menerima siswa dari berbagai kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
- Sekolah milik pemerintah kabupaten diperuntukkan bagi warga kabupaten setempat.
- Wilayah 3T menjadi prioritas pembangunan berdasarkan keterangan Menteri Sosial.
Saifullah menjelaskan perbedaan cakupan penerimaan siswa itu dalam pertemuannya dengan Meki. Ketentuan tersebut berkaitan dengan status kepemilikan sekolah dan wilayah layanan yang akan dijangkau.
| Rencana | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi yang diusulkan | Dua titik di Kabupaten Nabire |
| Status pembangunan | Usulan pembangunan Sekolah Rakyat permanen |
| Jenjang pendidikan | SD, SMP, dan SMA |
| Proyeksi daya tampung | Sekitar 2.000 siswa per sekolah |
Usulan Papua Tengah tersebut menjadi bagian dari rencana pemerintah memperluas fasilitas pendidikan melalui Sekolah Rakyat. Pembangunan permanen di setiap kabupaten dan kota ditujukan untuk menyediakan akses pendidikan yang lebih dekat bagi penerima manfaat, terutama di daerah yang masuk kategori 3T.