Nasi goreng tetap menjadi ikon kuliner Nusantara yang terus beradaptasi. Dalam pertemuan dengan awak media di Jakarta, jurutama masak Freddie Salim dari Silk Bistro memaparkan cara menggarap nasi goreng agar mendapat aroma dan rasa lebih kompleks dengan memanfaatkan bahan-bahan khas masakan Thailand dan saus khas Asia Timur.
“Di daerah Thailand, ada hidangan bernama kueh teow ladna, biasanya kita memakannya dengan kueh teow siram. Tapi hari ini, kita memakannya dengan nasi goreng,” — Freddie Salim
Freddie menyarankan pemakaian elemen seperti bumbu Pad Thai atau lapchiong (sosis asal Tiongkok) dan saus XO untuk menambah umami dan tekstur pada nasi goreng. Ia juga menyebutkan penambahan udang goreng tepung berbalut saus asam manis sebagai salah satu cara membuat hidangan lebih menarik di lidah.
Variasi kreasi chef
Jurutama masak lain, Vallian Gunawan dari Kindling, memilih pendekatan berbeda dengan menonjolkan rasa rumahan. Ia menyajikan nasi goreng XO berisi udang windu dan menambahkan sentuhan kecap ringan untuk menjaga keseimbangan rasa.
- Nasi goreng kuah: terinspirasi kueh teow ladna, berisi seafood dan sayuran, disajikan bersamaan dengan nasi goreng.
- Nasi goreng XO: menggunakan saus XO dan udang windu sebagai isian utama.
- Nasi goreng dengan lapchiong: menambahkan sosis lapchiong untuk tekstur kenyal dan rasa gurih.
- Nasi goreng lidah kecombrang: memadukan aroma kecombrang yang memberi sensasi segar.
| Chef | Kreasi | Ciri khas |
|---|---|---|
| Freddie Salim | Nasi goreng kuah | Terinspirasi kueh teow ladna; seafood dan saus asam manis |
| Vallian Gunawan | Nasi goreng XO | Saus XO, udang windu, campuran nasi basmati dan jasmine |
Dalam wawancara, Vallian juga menyinggung komposisi nasi sebagai faktor tekstur. Ia merekomendasikan penggabungan nasi basmati dan nasi jasmine untuk memperoleh butiran yang lebih menarik saat ditumis.
Angka yang mengilustrasikan keberagaman nasi goreng di Indonesia juga disebutkan: ada sekitar 104 jenis nasi goreng yang tercatat dari berbagai daerah, menunjukkan bagaimana resep dasar ini mudah beradaptasi dengan bahan lokal dan pengaruh kuliner asing.
Relevansi kuliner dan tren
Kreasi yang dipaparkan para chef memperlihatkan dua kecenderungan pada tren makanan saat ini: pertama, eksplorasi rasa melalui perpaduan bumbu regional dan internasional; kedua, penekanan pada pengalaman tekstur—misalnya kombinasi renyahnya udang goreng tepung dengan nasi yang lembut. Untuk pelaku usaha restoran, inovasi semacam ini bisa menjadi daya tarik baru tanpa menghilangkan identitas nasi goreng sebagai hidangan sehari-hari.
Bagi pecinta kuliner rumahan, ide-ide tersebut juga dapat dicoba di dapur: menambahkan satu atau dua elemen baru—seperti saus XO, lapchiong, atau campuran jenis beras—dapat mengubah hidangan familiar menjadi sesuatu yang mengejutkan dan menyenangkan.