Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Ramadhanti menjadi juara HYLO Open 2026. Pasangan ganda putri Indonesia itu menundukkan wakil Chinese Taipei, Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun, dalam dua gim dengan skor 21-18, 21-19 di Saarlandhalle, Senin pagi waktu Indonesia Barat.
Keberhasilan tersebut menjadi satu-satunya gelar yang dibawa pulang Indonesia dari turnamen itu. Empat wakil Indonesia lain yang tampil di sektor berbeda tidak berhasil menyelesaikan persaingan hingga menjadi juara. Salah satu di antaranya ialah Jonatan Christie yang kalah dari tunggal putra India, Lakshya Sen, pada pertandingan final.
Menjaga keunggulan pada gim pembuka
Tiwi/Fadia membuka pertandingan dengan pola menyerang. Tekanan itu membuat mereka mampu mengumpulkan angka secara bertahap dan mencapai keunggulan 15-12. Setelah berada di depan, pasangan Indonesia tetap mempertahankan inisiatif permainan.
Hsu/Lin berusaha mengejar, tetapi Tiwi/Fadia dapat mengamankan sejumlah poin penting pada fase akhir. Gim pertama akhirnya menjadi milik pasangan Indonesia dengan skor 21-18.
Bangkit setelah mendapat perlawanan
Gim kedua berlangsung lebih sulit bagi Tiwi/Fadia. Hsu/Lin sempat mampu mengimbangi permainan dan membuat pasangan Indonesia harus mengejar angka. Kedudukan kemudian menjadi 11-11 pada pertengahan gim.
Setelah interval, Tiwi/Fadia menemukan kembali alur permainan mereka. Pengumpulan angka berlangsung lebih konsisten sehingga pasangan Indonesia berbalik unggul 19-18. Dua angka terakhir memastikan kemenangan dua gim langsung sekaligus gelar HYLO Open 2026.
- Juara: Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Ramadhanti
- Lawan final: Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun
- Skor: 21-18, 21-19
- Tempat pertandingan: Saarlandhalle
Jonatan Christie berhenti di final
Di sektor tunggal putra, Jonatan Christie belum mampu menambah gelar bagi Indonesia. Jonatan kalah dua gim langsung dari Lakshya Sen dengan skor 17-21, 10-21.
Hasil final ganda putri membuat Tiwi/Fadia menjadi wakil Indonesia yang berhasil menutup HYLO Open 2026 sebagai juara. Gelar itu diraih setelah mereka melewati dua gim dengan situasi berbeda: memimpin sejak pertengahan gim pertama dan bangkit pada fase penentuan gim kedua.