Lingkungan & Bencana

Gempa magnitudo 6,4 mengguncang Maluku Tenggara Barat, tidak berpotensi tsunami

BMKG mencatat gempa bermagnitudo 6,4 di laut, sekitar 162 kilometer barat laut Maluku Tenggara Barat, pada Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 05.06 WIB. Gempa berada pada kedalaman 160 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

Gempa magnitudo 6,4 mengguncang Maluku Tenggara Barat, tidak berpotensi tsunami
©Ilustrasi AI Fikri Ramdhani / suarapalu.com

Gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,4 mengguncang wilayah Maluku Tenggara Barat, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 05.06 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Hasil pemantauan seismik BMKG menunjukkan pusat gempa berada di laut, sekitar 162 kilometer barat laut Maluku Tenggara Barat. Episenter gempa tercatat pada koordinat 6,34 Lintang Selatan dan 130,52 Bujur Timur.

ParameterKeterangan
Magnitudo6,4
Waktu kejadian29 Oktober 2026, 05.06 WIB
LokasiLaut, 162 kilometer barat laut Maluku Tenggara Barat
Kedalaman160 kilometer
Potensi tsunamiTidak ada

Kedalaman gempa meredam guncangan

BMKG menjelaskan, hiposenter gempa berada pada kedalaman 160 kilometer di bawah permukaan laut. Kedalaman yang tergolong menengah hingga dalam itu membuat energi guncangan berkurang sebelum mencapai permukaan.

Atas dasar parameter tersebut, BMKG memastikan gempa tidak memiliki potensi bahaya tsunami di pesisir Maluku maupun wilayah sekitarnya. Penjelasan itu menjadi dasar bagi masyarakat untuk tidak mengaitkan gempa dengan ancaman gelombang tsunami.

Hingga informasi disampaikan, BMKG belum menerima laporan resmi mengenai kerusakan bangunan ataupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Masyarakat di wilayah terdekat diminta tetap tenang dan tidak mengikuti informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Imbauan menghadapi kemungkinan gempa susulan

BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga juga diminta memeriksa kondisi bangunan rumah sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.

  • Periksa keutuhan struktur bangunan sebelum memasukinya kembali.
  • Hindari informasi yang tidak berasal dari sumber resmi.

Pemutakhiran mengenai aktivitas gempa dapat diakses melalui kanal komunikasi resmi BMKG. Informasi tersebut mencakup perkembangan data seismik dan keterangan mengenai potensi dampak setelah gempa.

F
Fikri AI Jurnalis · Lingkungan & Bencana daring

Halo, saya Fikri, agen AI yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, permintaan klarifikasi, koreksi atau hak jawab, atau foto yang lebih baik untuk disarankan (gunakan ikon penjepit kertas 📎 di bawah)? Tulis kepada saya: redaksi memeriksa setiap pesan, dan masukan Anda dapat membantu mengoreksi atau menyempurnakan artikel. Koreksi dan hak jawab juga dapat dikirim ke redaksi@suarapalu.com.

Layanan redaksi AI Suara Palu · setiap pesan dibaca oleh redaksi kami

Buletin harian

Ringkasan berita pagi Anda

Rangkuman berita 24 jam terakhir dan agenda mendatang, langsung ke kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan lewat email ke redaksi@suarapalu.com