Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kadar polusi udara di ibu kota menurun setelah pemerintah provinsi menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) selama dua hari berturut-turut. Pernyataan itu disampaikan Pramono di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta Pusat, pada 25 Oktober 2026, menurut laporan Kompas.com.
“Alhamdulillah, selama dua hari, bahwa kondisi udara ataupun polusi di Jakarta rendah sekali,” kata Pramono di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2026).
Pramono menjelaskan OMC dilakukan untuk menekan polusi dan mendukung kelancaran acara Jakarta Running Festival (JRF) 2026, yang berlangsung selama dua hari. Ia mengatakan dirinya memerintahkan pelaksanaan modifikasi cuaca itu secara langsung.
Dalam keterangan yang sama, Pramono menyebutkan pengalamannya saat membuka flag off JRF full marathon pada pukul 04.00 WIB, ketika indeks polusi udara tercatat pada angka 61. Menurutnya, angka indeks polusi sempat naik menjadi 80 pada siang hari.
Pramono juga menyatakan Pemerintah Provinsi DKI telah mengalokasikan anggaran untuk OMC dan akan melanjutkan operasi itu selama ketersediaan awan hujan memadai. Ia menilai OMC berkontribusi terhadap menurunnya polusi sehingga aktivitas publik menjadi lebih lancar dan peserta JRF merasa nyaman.
Respons publik dan catatan teknis
- Operasi modifikasi cuaca biasanya melibatkan penyemaian awan untuk merangsang hujan yang berpotensi mengikat partikel pencemar di atmosfer; efektivitasnya bergantung pada kondisi atmosfer dan karakteristik polutan.
- Pernyataan Gubernur merupakan klaim penurunan polusi; data pemantauan kualitas udara jangka menengah atau analisis ilmiah yang lebih luas diperlukan untuk menilai dampak OMC terhadap kualitas udara secara sistemik.
- Penerapan OMC dengan anggaran publik menimbulkan pertanyaan terkait transparansi biaya, frekuensi pelaksanaan, serta pemantauan dampak lingkungan dan sosial jangka panjang.
Berbagai pihak, termasuk lembaga teknis dan masyarakat, biasanya menilai intervensi seperti OMC dengan melihat data pemantauan kualitas udara sebelum, selama, dan setelah tindakan. Hingga pelaporan ini, pernyataan mengenai penurunan polusi disampaikan oleh Gubernur Pramono dan dikutip oleh Kompas.com; tidak ada angka tambahan atau analisis resmi yang dipublikasikan dalam pernyataan itu mengenai metode pengukuran atau durasi perbandingan.
Jakarta menghadapi tantangan kualitas udara yang kompleks, termasuk sumber emisi lokal dari transportasi dan industri, serta kondisi cuaca yang memengaruhi dispersi polutan. Upaya pengendalian polusi biasanya membutuhkan kombinasi kebijakan transportasi, pengendalian sumber emisi, dan pemantauan berkelanjutan selain tindakan modifikasi cuaca.