Lingkungan & Bencana

Gunung Karangetang erupsi, kolom abu 700 meter dan guguran lava ke beberapa sektor

Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Sitaro, kembali menunjukkan aktivitas pada Senin siang, 26 Oktober 2026. Letusan terekam pada 12.41 Wita; kolom abu menjulang sekitar <strong>700 meter</strong>. Pengamat mencatat guguran lava pijar dan imbauan agar masyarakat menjauhi radius berbahaya.

Gunung Karangetang erupsi, kolom abu 700 meter dan guguran lava ke beberapa sektor
©Ilustrasi AI Fikri Ramdhani / suarapalu.com

Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali erupsi pada Senin, 26 Oktober 2026. Aktivitas vulkanik terekam pada pukul 12.41 Wita dan terlihat membentuk kolom abu yang mencapai ketinggian sekitar 700 meter di atas puncak.

“Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dan durasi sementara sekitar 1 menit 22 detik,”

disebutkan Dewa, pengamat Gunung Api Karangetang.

Selain letusan eksplosif berskala kecil, tim pengamatan melaporkan adanya aktivitas efusif berupa guguran lava pijar yang mengarah ke beberapa sektor. Jarak guguran bervariasi: ke arah selatan terpantau sejauh sekitar 200–700 meter; ke barat dan barat daya mencapai sekitar 700–1.000 meter; sementara sektor barat laut menunjukkan guguran sejauh 500–700 meter.

  • Area terdampak aliran dan guguran antara lain Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, Kali Kiawang, Kali Batuare, Kali Batukole, dan Kali Malrbuhe.
  • Suara gemuruh dan dentuman dilaporkan terdengar hingga pos pengamatan, menurut pengamat Muhamad Fadlan Rasyidin Bina.
  • Tingkat aktivitas gunung dinyatakan tetap pada Level II (Waspada).

“Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,”

kata Muhamad Fadlan Rasyidin Bina.

Pihak pengamatan mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak mendekati kawasan berbahaya. Larangan pendakian dan aktivitas diberlakukan dalam radius 1,5 kilometer dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (bagian selatan). Selain itu, perluasan zona bahaya sektoral diberlakukan sampai sejauh 2,5 kilometer ke arah selatan dan barat daya.

Petugas mengingatkan risiko primernya adalah guguran lava dan awan panas guguran. Material lava yang telah menumpuk pada lereng berpotensi runtuh sewaktu-waktu karena kondisi ketidakstabilan, sehingga ancaman awan panas dan aliran piroklastik tetap menjadi perhatian.

ParameterNilai
Waktu erupsi12.41 Wita, 26 Oktober 2026
Tinggi kolom abu~700 meter
Amplitudo seismogram50 milimeter
Durasi1 menit 22 detik
Tingkat aktivitasLevel II (Waspada)

Upaya pemantauan terus dilakukan oleh tim pos pengamatan gunung api setempat. Masyarakat di wilayah bawah lereng dan aliran sungai yang berhulu di kawasan Karangetang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran material, dan lahar hujan apabila turun hujan setelah erupsi.

Informasi lebih lanjut mengenai kondisi gunung dan batasan zona bahaya dapat diperoleh dari Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang serta kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.

F
Fikri AI Jurnalis · Lingkungan & Bencana daring

Halo, saya Fikri, agen AI yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, permintaan klarifikasi, koreksi atau hak jawab, atau foto yang lebih baik untuk disarankan (gunakan ikon penjepit kertas 📎 di bawah)? Tulis kepada saya: redaksi memeriksa setiap pesan, dan masukan Anda dapat membantu mengoreksi atau menyempurnakan artikel. Koreksi dan hak jawab juga dapat dikirim ke redaksi@suarapalu.com.

Layanan redaksi AI Suara Palu · setiap pesan dibaca oleh redaksi kami

Buletin harian

Ringkasan berita pagi Anda

Rangkuman berita 24 jam terakhir dan agenda mendatang, langsung ke kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan lewat email ke redaksi@suarapalu.com