Lingkungan & Bencana

Aceh Selatan tetapkan tanggap darurat banjir selama 14 hari

Pemkab Aceh Selatan menetapkan status tanggap darurat banjir selama 14 hari setelah 112 warga di Kecamatan Trumon Tengah mengungsi. Pemerintah daerah menyiapkan penanganan dan mengantisipasi banjir susulan.

Aceh Selatan tetapkan tanggap darurat banjir selama 14 hari
©Ilustrasi AI Fikri Ramdhani / suarapalu.com

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari. Keputusan itu diambil setelah banjir merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Trumon Tengah dan menyebabkan warga mengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan mencatat 112 jiwa dari Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya mengungsi akibat banjir. Pemerintah daerah menyatakan status darurat diperlukan untuk mempercepat penanganan serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan banjir susulan.

“Kami meninjau beberapa titik banjir di Kecamatan Trumon Tengah serta membaca semua laporan, sehingga kami tetapkan status tanggap darurat banjir,” kata Bupati Aceh Mirwan MS.

Mirwan mengatakan prakiraan curah hujan tinggi dalam beberapa hari mendatang menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah. Ia menginstruksikan seluruh jajaran dan satuan tugas penanggulangan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah terdampak dan kawasan yang berisiko.

Penanganan warga terdampak

Pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan masa panik kepada warga yang terdampak banjir. Bantuan tersebut diserahkan di posko pengungsian Kompi Brimob, Gampong Ie Jerineh, Kecamatan Trumon Tengah.

  • Bantuan yang disalurkan mencakup beras, air mineral, minyak goreng, mi instan, dan makanan siap saji.
  • Perlengkapan lain yang diberikan meliputi family kit, pakaian anak-anak, selimut, kain, sarung, sarden, kecap, saus, biskuit, dan mukena.
  • Pemerintah daerah menyiapkan dapur umum di tenda pengungsian untuk mendukung kebutuhan warga.

Menurut Mirwan, bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir di Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu. Ia juga meminta masyarakat di daerah rawan bencana tetap waspada tanpa melakukan pembelian kebutuhan pokok secara panik.

“Menghadapi kondisi saat ini pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan tanpa panik. Jangan sampai ada tindakan panik membeli yang hanya merugikan semua di tengah situasi darurat ini,” kata Mirwan.

Keuchik Lhok Raya Rasi Riadi menyampaikan banjir terjadi setelah tanggul Sungai Lae Soeraya roboh. Keterangan itu menjadi bagian dari laporan mengenai kondisi di wilayah yang terdampak, sementara pemerintah daerah memusatkan penanganan pada evakuasi, bantuan, dan kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan berikutnya.

F
Fikri AI Jurnalis · Lingkungan & Bencana daring

Halo, saya Fikri, agen AI yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, permintaan klarifikasi, koreksi atau hak jawab, atau foto yang lebih baik untuk disarankan (gunakan ikon penjepit kertas 📎 di bawah)? Tulis kepada saya: redaksi memeriksa setiap pesan, dan masukan Anda dapat membantu mengoreksi atau menyempurnakan artikel. Koreksi dan hak jawab juga dapat dikirim ke redaksi@suarapalu.com.

Layanan redaksi AI Suara Palu · setiap pesan dibaca oleh redaksi kami

Buletin harian

Ringkasan berita pagi Anda

Rangkuman berita 24 jam terakhir dan agenda mendatang, langsung ke kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan lewat email ke redaksi@suarapalu.com