Bandung Barat — Hujan lebat disertai angin kencang dan pergerakan tanah pada sore 26 Oktober 2026 menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat 522 rumah mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan.
Kerusakan tersebut menimpa 517 kepala keluarga di empat desa. Desa Padalarang menjadi wilayah terdampak terbanyak dengan total 398 rumah rusak; rincian kerusakan di desa ini meliputi 139 rumah rusak ringan, 161 rusak sedang, dan 98 rusak berat.
Selain Desa Padalarang, desa lain yang terdampak adalah Jayamekar, Kertajaya, dan Campakamekar. Di Desa Jayamekar dilaporkan 95 rumah rusak (termasuk 71 rusak ringan dan 24 rusak berat). Di Desa Kertajaya tercatat 27 rumah terdampak dengan berbagai tingkat kerusakan, sedangkan di Desa Campakamekar tanah longsor menimpa dua rumah kepala keluarga.
Satu warga di Desa Padalarang mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan medis, demikian keterangan yang disampaikan oleh BPBD Kabupaten Bandung Barat. Petugas setempat bersama warga melakukan evakuasi dan penanganan awal di lokasi untuk merespons kerusakan dan membantu warga terdampak.
Respons dan upaya tanggap darurat
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Barat, Rega Wiguna, menyatakan tim melakukan pendataan kerusakan dan menyalurkan bantuan awal. Langkah-langkah yang diambil meliputi pembatasan akses di area berisiko, evakuasi warga yang rumahnya rusak berat, serta pendistribusian bantuan darurat.
- Jumlah rumah rusak: 522 unit
- Jumlah kepala keluarga terdampak: 517
- Desa paling terdampak: Desa Padalarang (398 rumah)
- Kasus luka: 1 orang dirawat
- Peristiwa tambahan: longsor menimpa 2 rumah di Desa Campakamekar
BPBD dan aparat desa mengerahkan tenaga untuk membantu evakuasi barang-barang dan menyiapkan tempat penampungan sementara bagi keluarga yang rumahnya rusak parah. Masyarakat yang rumahnya tidak aman diminta mengungsi untuk mengurangi risiko saat kondisi cuaca memburuk.
Konsekuensi dan konteks
Bencana yang memadukan angin puting beliung dan longsor menyoroti kerentanan permukiman yang berdekatan dengan lahan terbuka atau persawahan serta area yang rawan pergerakan tanah saat curah hujan tinggi. Kerusakan infrastruktur rumah tangga dan kebutuhan mendesak warga, seperti tempat tinggal sementara dan perbekalan, menjadi prioritas penanganan awal.
BPBD Kabupaten Bandung Barat terus memantau situasi dan melanjutkan pendataan kerugian untuk mendukung penyaluran bantuan lanjutan serta perencanaan rehabilitasi. Sementara itu, warga diingatkan meningkatkan kewaspadaan selama periode cuaca ekstrem dan mengikuti arahan petugas penanggulangan bencana setempat.
Peliputan ini berdasar pada keterangan dan data yang dirilis BPBD Kabupaten Bandung Barat sebagaimana diberitakan oleh iNews pada 27 Oktober 2026.