Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana membuka seleksi calon pegawai negeri sipil untuk tenaga guru pada 2027. Penentuan jumlah formasi akan didasarkan pada kebutuhan tenaga pendidik di masing-masing daerah, sehingga wilayah dengan kekurangan guru terbesar akan mendapat prioritas, kata pejabat kementerian yang diwawancarai dalam diskusi daring, dilansir detikEdu.
“Nah terkait dengan seleksi, formasi seleksi 2027, itu akan disesuaikan dengan, yang pertama karena tidak bisa satu kali tarikan seleksi di tahun 2027, maka akan beberapa prioritisasi,”
— Nunuk, dalam live Instagram NgoPi: Ada Apa dengan Penataan Guru ASN di 2027, dilansir detikEdu.
Menurut pernyataan yang disiarkan detikEdu, Kemendikdasmen tidak akan menerapkan pembagian formasi secara merata untuk seluruh provinsi. Penilaian kebutuhan akan mempertimbangkan jumlah kekurangan guru di tingkat daerah dan juga kekurangan menurut mata pelajaran.
Prioritas wilayah dan mata pelajaran
Dalam keterangan yang sama disebutkan bahwa tiga provinsi yang menempati posisi teratas dalam kebutuhan tenaga pendidik adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dengan Jawa Barat disebut paling membutuhkan formasi paling besar. Selain faktor geografi, kementerian juga akan mengutamakan formasi pada mata pelajaran yang kekurangan guru.
- Formasi ditetapkan berdasarkan kebutuhan masing-masing daerah;
- Daerah yang kekurangan guru paling besar berpeluang mendapatkan formasi lebih banyak;
- Prioritas juga diberikan pada mata pelajaran tertentu apabila terjadi defisit tenaga pengajar di bidang itu.
Nunuk memberi contoh bagaimana prioritisasi mata pelajaran bisa berbeda antar wilayah. Ia menyatakan ada lokasi yang saat ini belum membutuhkan guru Bahasa Inggris dalam jumlah besar, sehingga formasi akan diarahkan ke bidang lain sesuai kebutuhan setempat, sebagaimana dilaporkan detikEdu.
Penjelasan kementerian ini berimplikasi pada calon guru, khususnya bagi tenaga non-ASN saat ini yang berharap mendapat formasi. Perubahan kebijakan alokasi formasi berarti peluang untuk dialokasikan menjadi CPNS tergantung pada kebutuhan regional dan disiplin ilmu yang diutamakan.
Pelaksanaan seleksi dan penentuan kuota akhir formasi masih menunggu pengumuman resmi lebih lanjut dari Kemendikdasmen. Sampai saat ini, rincian teknis seperti jumlah keseluruhan formasi, jadwal pendaftaran, serta mekanisme seleksi belum dipublikasikan dalam keterangan yang dikutip detikEdu.