Osteoporosis atau pengeroposan tulang dapat membuat tulang lebih rapuh dan mudah patah. Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi Subspesialis Cedera Olahraga Siloam Hospitals Mampang, dr. Henry Suhendra, Sp.OT, Subsp.CO(K), menyarankan agar upaya menjaga kepadatan tulang dimulai sejak usia muda.
Menurut Henry, kesehatan tulang tidak cukup dijaga hanya dengan olahraga. Pola makan, kualitas tidur, dan kemampuan mengelola tekanan juga perlu mendapat perhatian sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari. Ia merangkum pendekatan tersebut dalam konsep D-E-S-S, yang merupakan singkatan dari Diet, Exercise, Sleep, dan Stress Reduction.
Empat unsur dalam pendekatan D-E-S-S
Henry menyampaikan penjelasan itu dalam agenda Timeless Music, Timeless Movement yang digelar Siloam Hospitals Mampang di Fountain Atrium Grand Indonesia, Jakarta, pada Jumat, 30 Oktober 2026. Ia mengatakan singkatan tersebut digunakan untuk mengingat empat aspek yang saling berkaitan dalam menjaga tulang dalam jangka panjang.
“D itu diet makanan, karena kebanyakan makanan kita makanan sampah semua. Makanan itu mesti lihat ayamnya ayam kelihatan, ikannya ikan kelihatan.”
— dr. Henry Suhendra
Pada aspek diet, masyarakat dianjurkan memperhatikan bahan makanan yang dikonsumsi. Henry menyoroti kecenderungan pola makan modern yang banyak mengandalkan makanan olahan. Ia menyarankan pilihan yang bahan pangannya lebih mudah dikenali, seperti ayam dan ikan. Kecukupan protein juga disebut perlu diperhatikan karena berperan dalam pembentukan tulang.
- Diet: memperhatikan kualitas makanan dan mencukupi protein.
- Exercise: memasukkan aktivitas olahraga sebagai bagian dari kebiasaan hidup.
- Sleep: memperhatikan waktu dan kualitas istirahat.
- Stress Reduction: mengelola stres dalam keseharian.
Henry mengingatkan bahwa makanan olahan perlu dicermati karena konsumen tidak selalu dapat mengetahui seluruh bahan yang digunakan. Dalam pemaparannya, ia mencontohkan sosis sebagai produk yang menurutnya perlu diperhatikan komposisinya. Penekanan tersebut disampaikan untuk mendorong masyarakat lebih sadar terhadap pilihan makanan, bukan hanya berfokus pada aktivitas olahraga.
Tiga unsur lain dalam D-E-S-S adalah olahraga, tidur, dan pengurangan stres. Ketiganya diperkenalkan sebagai bagian dari pendekatan menyeluruh untuk membantu mempertahankan kekuatan tulang. Dengan demikian, pencegahan pengeroposan tulang dipandang sebagai kebiasaan yang dibangun secara konsisten, bukan tindakan yang hanya dilakukan ketika usia bertambah atau setelah muncul keluhan.
Osteoporosis terjadi ketika kepadatan tulang berkurang sehingga tulang menjadi lebih rentan mengalami patah. Karena itu, perhatian terhadap pola hidup sejak dini menjadi pesan utama yang disampaikan Henry. Pendekatan D-E-S-S menempatkan pilihan makanan, gerak tubuh, istirahat, dan pengelolaan stres sebagai empat hal yang perlu dipertimbangkan secara bersamaan.