Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus WA Macklarimboen mengajak pemuda Papua untuk tidak hanya mengandalkan pekerjaan formal seperti TNI, Polri, atau ASN, tetapi juga memanfaatkan komoditas lokal — khususnya sagu dan kopi — sebagai mesin penggerak ekonomi baru.
Pernyataan itu disampaikan Fredrickus saat menjadi pembicara pada kegiatan Bincang Sagu, Kopi, Pemuda dan Kebhinekaan yang digelar di BM Coffee, Kotaraja, Jayapura, Minggu, 25 Oktober 2026. Kegiatan itu diselenggarakan dalam rangka menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Potensi komoditas lokal dan kemandirian ekonomi
Fredrickus menilai sagu memiliki akar historis dan budaya yang kuat bagi masyarakat adat Papua. Ia mengatakan nilai kearifan lokal tersebut dapat ditingkatkan melalui sentuhan kreativitas agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Selain sagu, ia juga melihat peluang besar pada pengembangan kopi lokal melalui pengolahan biji kopi menjadi varian produk kreatif yang mampu bersaing di pasar lebih luas.
“Ya, harapan kami, pemuda tidak terlalu fokus pada hal-hal yang terlalu formal untuk menjadi TNI, Polri, dan ASN, di sini (Papua) banyak ruang untuk kita bekerja,” kata Fredrickus WA Macklarimboen.
Selain mendorong pengembangan produk berbasis komoditas lokal, Fredrickus juga menyoroti sektor pariwisata Kota Jayapura yang menurutnya belum tergarap secara maksimal oleh warga lokal. Ia mengemukakan bahwa banyak wisatawan, baik mancanegara maupun Nusantara, kerap melintas ke kawasan Sentani tanpa singgah lama di Kota Jayapura, sehingga potensi ekonomi dari kunjungan wisata belum sepenuhnya dirasakan komunitas setempat.
Literasi digital dan peluang generasi muda
Dalam forum yang sama, Fredrickus mengingatkan perlunya pembekalan literasi digital bagi generasi muda agar dapat memanfaatkan arus informasi dan teknologi dalam mengembangkan usaha berbasis sagu dan kopi. Ia menekankan bahwa kreativitas dan kemampuan memanfaatkan platform digital dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal dan membuka akses pasar lebih luas.
- Acara: Bincang Sagu, Kopi, Pemuda dan Kebhinekaan, BM Coffee, Kotaraja, Jayapura — 25 Oktober 2026.
- Pembicara utama: Kombes Pol Fredrickus WA Macklarimboen (Kapolresta Jayapura Kota).
- Poin utama: dorongan kemandirian ekonomi pemuda melalui pengembangan sagu, kopi, dan pariwisata, serta pentingnya literasi digital.
Pernyataan Fredrickus dilaporkan oleh media lokal, termasuk Tribunpapuatengah.com, yang memberitakan serangkaian saran dan pengamatan terkait pemajuan ekonomi berbasis potensi lokal di Papua. Pengembangan sagu dan kopi sebagai usaha mandiri dinilai sejalan dengan upaya memperkuat identitas budaya sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda di daerah.
Pelibatan berbagai pihak—mulai komunitas lokal, pelaku usaha kafe seperti penyelenggara acara, hingga pemerhati kebudayaan—dapat menjadi langkah awal untuk menyusun ekosistem yang memungkinkan produk sagu dan kopi mendapatkan standar mutu, kemasan, dan saluran distribusi yang lebih baik. Namun, detail rencana program atau dukungan spesifik dari pemerintah daerah maupun instansi lain tidak disebut secara rinci dalam laporan acara.