Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meresmikan grand launching Pasar Lambau Lawas di kawasan kampus Polbangtan, Jalan I.R. Rais, pada Minggu, 25 Oktober 2026. Destinasi itu memadukan kuliner tempo dulu, unsur budaya Jawa, dan program budidaya anggur menjadi satu ruang wisata bertema yang juga bertujuan mendorong aktivitas ekonomi lokal.
Menurut Wahyu, lokasi tersebut memiliki nilai historis bagi dirinya karena pernah menjadi tempat bermain masa kecil. Ia menyambut inisiatif yang disebut Duta PengAngguran dan pihak-pihak terkait karena berhasil mengubah kawasan yang sebelumnya dinilai kurang termanfaatkan menjadi ruang untuk kegiatan ekonomi, rekreasi, dan pelestarian budaya.
“Ini menjadi salah satu daya tarik yang lengkap. Ada pengAnggurannya, ada Pasar Lambau Lawas-nya, ada juga spot yang nanti juga akan bisa dimanfaatkan oleh warga, termasuk juga nanti dengan Pasar Lambau Lawas ini bisa mengingatkan nostalgia kita mengenang dengan kuliner-kuliner legend yang ada,” ujar Wahyu Hidayat.
Panitia pelaksana menempatkan konsep pasar itu sebagai perpaduan antara pasar kuliner tradisional dan fasilitas edukasi yang menampilkan praktik budidaya anggur. Penyelenggara berharap kombinasi aktivitas budidaya, rekreasi, edukasi, dan perdagangan dapat saling mendukung sehingga memberi karakter tersendiri bagi destinasi tersebut dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Pasar Lambau Lawas telah menggelar soft launching pada 11 Oktober 2026. Panitia melaporkan antusiasme masyarakat pada kegiatan awal itu menjadi modal untuk mengembangkan destinasi lebih lanjut serta mendorong pertumbuhan usaha lokal yang berkaitan dengan kuliner tradisional dan budidaya anggur di kawasan kota.
Konsep, potensi, dan tujuan
Konsep Pasar Lambau Lawas difokuskan pada tiga pilar yang saling terkait:
- Kuliner tradisional: menyajikan jajanan dan hidangan tempo dulu yang diharapkan membangkitkan nostalgia dan memperkenalkan kembali citarasa warisan lokal.
- Budaya Jawa: menampilkan elemen budaya sebagai bagian dari pengalaman pengunjung, termasuk kegiatan yang relevan untuk edukasi budaya.
- Budidaya anggur: program edukasi dan praktik pertanian yang ditempatkan di area kampus Polbangtan untuk memberi wawasan agrikultur urban.
Pihak penyelenggara menilai penggabungan ketiga elemen tersebut bisa membentuk destinasi yang berbeda dari pasar kuliner biasa karena menawarkan pengalaman belajar sekaligus rekreasi.
Sementara itu, Wahyu berharap Pasar Lambau Lawas menjadi tujuan warga untuk menikmati kuliner, mengenal budaya lokal, dan belajar budidaya anggur di tengah kota. Harapan itu sekaligus menargetkan dampak ekonomi berupa meningkatnya kegiatan perdagangan dan peluang usaha bagi pelaku kuliner tradisional setempat.
Peluncuran ini juga menegaskan peran kolaborasi antara komunitas, institusi pendidikan (kampus Polbangtan), dan pihak swasta atau inisiator lokal seperti Duta PengAngguran dalam menghidupkan kembali ruang publik yang sempat kurang terurus.
Informasi mengenai jam operasional, daftar pelaku usaha, atau program edukasi lanjutan yang tersedia di Pasar Lambau Lawas belum terperinci dalam pelaporan peluncuran. Panitia dan pihak terkait sebelumnya menyebut antusiasme saat soft launching menjadi acuan untuk pengembangan selanjutnya.
Dengan hadirnya Pasar Lambau Lawas, Malang menambah opsi destinasi wisata kuliner yang menekankan nilai historis dan praktik budidaya di perkotaan, sekaligus memberi ruang baru bagi usaha mikro dan pelestarian warisan kuliner.