Sedikitnya 33 pejabat senior Partai Komunis China dan militer kehilangan jabatan setelah sidang pleno kelima Komite Sentral berakhir di Beijing pada 29 Oktober 2026. Pencopotan tersebut berlangsung dalam kampanye antikorupsi yang telah dijalankan Presiden China Xi Jinping selama lebih dari satu dekade.
Kantor berita Xinhua mengonfirmasi keputusan itu. Salah satu nama yang disebut ialah Zhang Youxia, mantan jenderal dengan pangkat tertinggi di China. Ma Xingrui, yang pernah memegang jabatan tinggi di Xinjiang, juga dikeluarkan dari keanggotaan Partai Komunis China.
Menurut AFP, seorang pejabat senior China menyatakan bahwa pemerintah telah menangani apa yang disebut sebagai bahaya tersembunyi dalam tubuh partai dan militer. Pernyataan tersebut muncul setelah pertemuan internal yang berlangsung selama empat hari dan menghasilkan keputusan mengenai penguatan tata kelola partai.
“Melenyapkan bahaya tersembunyi yang serius dalam partai, negara, dan militer,” kata Wakil Sekretaris Komite Sentral untuk Inspeksi Disiplin (CCDI) Zhang Fuhai, dalam pernyataan pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Zhang Fuhai menyebut upaya itu dijalankan oleh komite dengan “Kamerad Xi Jinping sebagai intinya”. Dalam laporan mengenai kebijakan tersebut, Xinhua menggunakan rumusan yang menekankan penerapan tata kelola partai secara menyeluruh dan ketat.
Perubahan di jajaran Politbiro
Di tengah pencopotan sejumlah pejabat, Zhang Shengmin justru naik menjadi anggota Politbiro. Ia merupakan kepala badan antikorupsi sekaligus wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC). Promosi itu membuat jumlah anggota Politbiro menjadi 22 orang.
Sidang pleno kali ini juga mencatat tingkat kehadiran terendah sejak Mao Zedong wafat pada 1976. Sebelum sidang dimulai, terdapat delapan kursi kosong di Komite Sentral yang beranggotakan sekitar 300 pejabat.
- 33 pejabat Partai Komunis China dan militer dicopot.
- Zhang Youxia dan Ma Xingrui termasuk nama yang disebut dalam keputusan tersebut.
- Zhang Shengmin dipromosikan ke Politbiro, yang kini beranggotakan 22 orang.
Rangkaian perubahan itu menambah daftar tindakan disipliner dalam kampanye antikorupsi Xi. Namun, informasi mengenai alasan khusus di balik pencopotan setiap pejabat tidak dirinci dalam laporan Xinhua dan AFP yang dikutip.