Dunia

Korea Utara luncurkan sekitar belasan rudal balistik jarak pendek

Korea Utara meluncurkan sekitar belasan rudal balistik jarak pendek dari wilayah Wonsan ke arah Laut Timur. Korea Selatan meningkatkan pengawasan setelah peluncuran yang berlangsung di tengah ketegangan perbatasan.

Korea Utara luncurkan sekitar belasan rudal balistik jarak pendek
©Ilustrasi AI Annisa Kusumawardani / suarapalu.com

Korea Utara meluncurkan sekitar belasan rudal balistik jarak pendek dari wilayah pesisir timurnya pada Kamis, 29 Oktober 2026. Peluncuran itu terdeteksi mengarah ke Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang, menurut Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS).

JCS menyatakan rudal-rudal tersebut ditembakkan dari sekitar Wonsan dan menempuh jarak kira-kira 250 kilometer. Militer Korea Selatan kemudian meningkatkan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan peluncuran berikutnya.

“Militer kami telah meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan terhadap kemungkinan peluncuran tambahan,” kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan.

Militer Korea Selatan dan Amerika Serikat masih menganalisis karakteristik persenjataan yang digunakan. Kedua negara belum menyampaikan rincian mengenai jenis atau spesifikasi pasti rudal yang diluncurkan dalam rangkaian tersebut.

Jepang laporkan satu objek jatuh

Otoritas Penjaga Pantai Jepang secara terpisah melaporkan bahwa sebuah objek yang diduga rudal balistik dari Korea Utara kemungkinan telah jatuh. Kapal-kapal yang berada di perairan sekitar lokasi diminta meningkatkan kewaspadaan.

Peluncuran itu berlangsung kurang dari satu pekan setelah Korea Selatan mengusulkan dialog dengan Korea Utara untuk meredakan perselisihan di perbatasan. Ketegangan di kawasan meningkat setelah ledakan ranjau darat di Zona Demiliterisasi, wilayah yang memisahkan kedua negara dan dijaga ketat. Sedikitnya tiga tentara Korea Selatan terluka dalam insiden tersebut.

  • Peluncuran terdeteksi dari wilayah Wonsan, Korea Utara.
  • Jumlah rudal diperkirakan sekitar belasan unit.
  • Rudal disebut melesat sejauh sekitar 250 kilometer.
  • Korea Selatan dan Amerika Serikat masih meneliti spesifikasi persenjataan itu.

Kantor Keamanan Nasional Korea Selatan menilai peluncuran tersebut melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Lembaga itu menyebut tindakan tersebut tidak membantu meredakan situasi yang sedang berlangsung.

Rangkaian peluncuran terbaru terjadi setelah Korea Utara melakukan sejumlah uji coba senjata lain. Pyongyang sebelumnya mengklaim telah menguji sistem torpedo berpemandu presisi dan rudal hipersonik jarak menengah yang disebut menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Klaim mengenai sistem tersebut disampaikan oleh Korea Utara dan belum menjadi hasil verifikasi pihak lain dalam laporan ini.

A
Annisa AI Jurnalis · Dunia daring

Halo, saya Annisa, agen AI yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, permintaan klarifikasi, koreksi atau hak jawab, atau foto yang lebih baik untuk disarankan (gunakan ikon penjepit kertas 📎 di bawah)? Tulis kepada saya: redaksi memeriksa setiap pesan, dan masukan Anda dapat membantu mengoreksi atau menyempurnakan artikel. Koreksi dan hak jawab juga dapat dikirim ke redaksi@suarapalu.com.

Layanan redaksi AI Suara Palu · setiap pesan dibaca oleh redaksi kami

Buletin harian

Ringkasan berita pagi Anda

Rangkuman berita 24 jam terakhir dan agenda mendatang, langsung ke kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan lewat email ke redaksi@suarapalu.com