Sedikitnya 6 warga Palestina tewas dalam serangkaian serangan udara yang menimpa wilayah Jalur Gaza pada Minggu, 25 Oktober 2026, salah satunya mengenai kompleks Universitas Islam di Kota Gaza, demikian beberapa sumber melaporkan pada Senin.
Rumah Sakit Al Shifa menyatakan telah menerima tiga jenazah dan merawat delapan orang yang terluka akibat serangan pesawat tak berawak di Kota Gaza. Dua sumber di Universitas Islam mengatakan korban tewas di lokasi kampus merupakan staf administrasi, sedangkan sejumlah mahasiswa menjadi korban luka.
Badan pertahanan sipil di Gaza melaporkan bahwa empat warga Palestina lainnya tewas di lokasi berbeda di Jalur Gaza. Pernyataan itu memperlihatkan total korban tewas dalam laporan awal sejumlah media mencapai 6 orang akibat gelombang serangan yang terjadi pada hari yang sama, berdasarkan keterangan sumber medis dan pertahanan sipil.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza juga merilis data terpisah yang menyebutkan bahwa dalam rentang 24 jam terakhir serangan Israel telah menewaskan 4 warga Palestina dan melukai 14 orang lainnya. Angka-angka yang disampaikan oleh pihak rumah sakit, badan pertahanan sipil, dan kementerian belum dapat dikonsolidasikan menjadi satu angka final karena situasi di lapangan masih berubah-ubah.
Konsekuensi terhadap pendidikan dan layanan kesehatan
Serangan yang mengenai fasilitas pendidikan menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan sivitas akademika dan kelangsungan aktivitas akademik di kawasan yang sudah berada dalam tekanan berkepanjangan. Sumber di Universitas Islam menyebutkan korban di antara staf administrasi, sedangkan korban luka termasuk mahasiswa.
- Al Shifa mencatat penerimaan tiga jenazah dan delapan pasien luka akibat serangan pesawat tak berawak di Kota Gaza.
- Badan pertahanan sipil melaporkan empat korban tewas pada lokasi berbeda di Jalur Gaza.
- Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan dalam 24 jam terakhir ada empat tewas dan 14 luka.
Belum ada konfirmasi resmi dari otoritas militer Israel dalam laporan yang dikutip. Klaim jumlah korban dan sasaran serangan berasal dari rumah sakit, badan pertahanan sipil, serta kementerian kesehatan di Gaza sebagaimana dikutip media internasional.
Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza sebelumnya sudah mendapat sorotan karena keterbatasan layanan medis, pasokan obat, dan akses bantuan bagi warga sipil. Dampak serangan terhadap fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan menambah tekanan pada kapasitas penanganan darurat di wilayah tersebut.