Kementerian Pariwisata sedang menyusun peta jalan untuk mengembangkan wisata kebugaran di Indonesia. Dokumen itu akan memetakan beragam produk, destinasi, layanan, dan pelaku industri yang bergerak dalam sektor tersebut.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pemetaan diperlukan agar masyarakat di Indonesia maupun luar negeri memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai potensi wisata kebugaran. Informasi itu diharapkan membantu memperkuat mutu sekaligus memperluas pengenalan sektor tersebut.
“Pemetaan ini sedang kita buat untuk memberi informasi kepada masyarakat di dalam negeri dan luar negeri. Apa saja produk-produk, destinasi, layanan, dan pelaku industri wellness yang ada di Indonesia.”
Pernyataan tersebut disampaikan Widiyanti dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pariwisata pada Jumat, 30 Oktober 2026, sebagaimana dilaporkan RRI.co.id. Ia mengaitkan kebutuhan pengembangan wisata kebugaran dengan perubahan pola hidup masyarakat yang semakin kompleks.
Arah pengembangan wisata kebugaran
Menurut Widiyanti, perubahan kehidupan sehari-hari membuat semakin banyak orang mencari keseimbangan antara kesehatan fisik dan kondisi mental. Karena itu, pengembangan wisata kebugaran tidak hanya diarahkan pada pengalaman bagi individu, tetapi juga perlu memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Kementerian Pariwisata menempatkan beberapa unsur sebagai bagian dari pemetaan nasional tersebut:
- produk wisata kebugaran yang tersedia di berbagai daerah;
- destinasi yang memiliki potensi untuk dikembangkan;
- layanan yang ditawarkan kepada wisatawan; dan
- pelaku industri yang terlibat dalam ekosistem wisata kebugaran.
Widiyanti menilai perhatian terhadap alam perlu berjalan bersama dengan pemenuhan kebutuhan kebugaran manusia. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa kegiatan wisata kebugaran seharusnya tidak berhenti pada aspek kesehatan personal, tetapi turut mendukung keberlanjutan alam.
“Event ini bukan hanya untuk wellness individual semata tapi juga untuk wellness alam kita. Jadi saya sangat mengapresiasi ini.”
Salah satu kegiatan yang disebut dalam agenda wisata kebugaran adalah Jogja Cultural Wellness Festival 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah Yogyakarta, GKR Bendara, mengatakan wisatawan domestik menjadi sasaran utama festival tersebut, sementara wisatawan mancanegara tetap diharapkan ikut hadir.
GKR Bendara menyebut komposisi sasaran audiens festival itu sekitar 90 persen wisatawan domestik, sedangkan bagian lainnya ditujukan bagi wisatawan mancanegara. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa pengembangan wisata kebugaran juga diarahkan untuk memperkuat pasar dalam negeri, selain memperkenalkan ragam layanan dan budaya Indonesia kepada pengunjung dari luar negeri.