Perjalanan bersama keluarga kembali menguat sebagai motivasi utama bepergian bagi wisatawan Indonesia. Hal itu disampaikan Co-Founder dan Chief Marketing Officer tiket.com, Gaery Undarsa, saat konferensi pers Online Tiket Week (OTW) 2026 pada 22 Oktober 2026.
“Banyak yang healing, nyari quality time dengan orang-orang terdekat. Ada juga banyak yang nyari pengalaman baru,” kata Gaery Undarsa.
Berdasarkan keterangan Gaery, survei tiket.com menunjukkan bahwa perjalanan keluarga mendominasi aktivitas bepergian di Indonesia di luar perjalanan bisnis. Tren ini diperkirakan semakin nyata menjelang libur akhir tahun, ketika keluarga merencanakan waktu bersama yang lebih panjang.
Perencanaan lebih matang
Gaery menyatakan perjalanan keluarga umumnya membutuhkan persiapan yang lebih teliti dibandingkan perjalanan individu. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan meliputi ketersediaan anggaran, tujuan, jadwal libur sekolah anak, serta kebutuhan selama di destinasi.
- Anggaran: pengaturan biaya untuk seluruh anggota keluarga.
- Jadwal: sinkronisasi waktu libur sekolah dan cuti kerja.
- Kebutuhan khusus: fasilitas ramah anak, aksesibilitas, dan layanan kesehatan.
Selain lokasi, wisatawan kini menilai nilai pengalaman sebagai bagian penting dari paket perjalanan keluarga. Gaery mencontohkan race tourism—kegiatan mengikuti perlombaan lari di kota lain—yang memungkinkan orangtua berpartisipasi dalam lomba sementara anggota keluarga lain menikmati atraksi lokal.
Perhatian pada pengalaman juga mendorong pengelola destinasi dan penyedia layanan pariwisata untuk merancang produk yang menggabungkan kegiatan untuk semua usia, dari aktivitas edukasi hingga rekreasi, agar memenuhi kebutuhan keluarga yang mencari “quality time” sekaligus pengalaman baru.
Catatan kalender yang relevan bagi perencanaan keluarga: pemerintah melalui kementerian terkait telah menetapkan jadwal libur sekolah Lebaran 1447 Hijriah yang dimulai pada 16 Maret 2026, menurut pernyataan yang disebut dalam paparan tiket.com. Penetapan cuti sekolah semacam ini kerap menjadi acuan utama keluarga dalam memilih tanggal perjalanan.
Industri pariwisata diharapkan merespons pergeseran preferensi ini dengan meningkatkan opsi paket keluarga, fasilitas ramah anak, dan acara yang dapat dinikmati lintas generasi agar memenuhi permintaan yang semakin berfokus pada pengalaman kolektif.