Harga cabai rawit merah di pasar tradisional Indonesia mencapai Rp 97.450 per kilogram pada Rabu, 28 Oktober 2026, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia. Angka itu tercatat pada pembaruan data pukul 09.40 WIB di situs resmi PIHPS.
Harga cabai rawit merah naik 5,62 persen atau Rp 5.300 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya. Perubahan tersebut menambah tekanan pada pengeluaran rumah tangga, terutama bagi konsumen yang membeli cabai sebagai kebutuhan masak harian.
Pergerakan harga berbeda antarjenis cabai
Kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting. Komoditas itu dijual dengan harga rata-rata Rp 92.800 per kilogram, meningkat 5,54 persen atau Rp 4.700 per kilogram dari periode sebelumnya.
| Komoditas | Harga | Perubahan |
|---|---|---|
| Cabai rawit merah | Rp 97.450/kg | Naik 5,62 persen |
| Cabai merah keriting | Rp 92.800/kg | Naik 5,54 persen |
| Cabai rawit hijau | Rp 82.000/kg | Naik 2,82 persen |
| Cabai merah besar | Rp 66.250/kg | Turun 12,60 persen |
PIHPS Nasional mencatat harga cabai rawit hijau sebesar Rp 82.000 per kilogram, naik 2,82 persen atau Rp 2.250. Sebaliknya, harga cabai merah besar turun 12,60 persen menjadi Rp 66.250 per kilogram. Data ini menunjukkan pergerakan harga tidak seragam di seluruh jenis cabai.
Harga bawang dan beras turut bergerak
Perubahan harga juga terjadi pada komoditas pangan lain. Bawang merah ukuran sedang mencapai Rp 39.450 per kilogram, naik 6,33 persen atau Rp 2.350. Harga bawang putih ukuran sedang turun 0,52 persen atau Rp 200 menjadi Rp 38.350 per kilogram.
Di kelompok beras, harga beras kualitas bawah I tercatat Rp 15.950 per kilogram, naik 6,69 persen atau Rp 1.000. Beras kualitas bawah II mencapai Rp 15.250 per kilogram setelah meningkat 3,39 persen atau Rp 500.
- Beras medium I: Rp 17.100 per kilogram, naik 2,70 persen atau Rp 450.
- Beras medium II: Rp 16.850 per kilogram, naik 2,43 persen atau Rp 400.
- Harga cabai merah besar menjadi pengecualian karena turun 12,60 persen.
Bagi pelaku usaha makanan, perubahan harga cabai dan beras menjadi bagian dari perhitungan biaya bahan baku. Sementara bagi rumah tangga, kenaikan komoditas tersebut tercermin langsung pada nilai belanja pangan. Data PIHPS Nasional menjadi rujukan untuk melihat perubahan harga rata-rata komoditas di pasar tradisional seluruh Indonesia.