Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kondisi makroekonomi ibu kota saat ini dalam keadaan baik meski terjadi tekanan pada perekonomian global. Pernyataan itu disampaikan usai acara GMAHK Taman Harapan di Jakarta pada Minggu.
“Yang saya senang sekarang ini, secara makroekonomi Jakarta sedang baik-baik saja. Walaupun dunia lagi mengalami tekanan,”
Menurut laporan media, pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat mencapai 5,52 persen, sedikit melampaui rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,29 persen. Pemprov DKI dan pelaku industri menyebut gelombang penyelenggaraan acara hiburan dan olahraga internasional sebagai salah satu pendorong utama yang memberi kontribusi nyata pada perputaran ekonomi daerah.
Beberapa contoh acara yang dijadikan rujukan antara lain konser internasional dan festival besar serta event olahraga massal. Media melaporkan konser rapper Kanye West bertajuk “Ye Live in Jakarta 2026” menarik hingga 60.000 penonton, sementara festival lokal internasional seperti Pestapora juga disebut-sebut memberikan dampak ekonomi signifikan. Aktivitas transaksi pada sejumlah acara itu disebut mencapai nilai hingga ratusan miliar rupiah.
Peran acara skala besar untuk pariwisata dan UMKM
Dalam pemberitaan disebutkan pula bahwa puluhan ribu wisatawan mancanegara yang datang untuk menyaksikan agenda-agenda megah ini menyuntikkan likuiditas yang berputar ke berbagai sektor, termasuk pariwisata, jasa, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan. Contoh lain, Jakarta Running Festival (JRF) yang digelar pada 24–25 Oktober turut melibatkan peserta dari berbagai negara dan memberikan dampak langsung bagi ekonomi lokal.
- Pertumbuhan ekonomi Jakarta: 5,52 persen (laporan media).
- Rata-rata pertumbuhan nasional: 5,29 persen.
- Penonton konser “Ye Live in Jakarta 2026”: hingga 60.000 orang.
- JRF berlangsung pada 24–25 Oktober dan melibatkan peserta asing.
Para pemangku kepentingan yang dikutip menilai strategi memanfaatkan industri kreatif dan acara olahraga sebagai salah satu instrumen pemulihan dan penguatan ekonomi daerah. Mereka menilai kegiatan berskala internasional mampu meningkatkan okupansi, konsumsi, dan permintaan layanan pendukung seperti transportasi, perhotelan, katering, dan penjualan lokal.
Pernyataan gubernur dan angka-angka pertumbuhan yang dikutip disampaikan dalam konteks upaya daerah menggenjot sumber pendapatan nontradisional melalui event ekonomi kreatif. Media juga menyoroti bagaimana kombinasi agenda hiburan, olahraga, dan festival dapat berfungsi sebagai katalis bagi sektor usaha kecil yang mendapat manfaat dari lonjakan kunjungan.
Meski demikian, laporan yang dikutip tidak merinci perincian anggaran, metodologi perhitungan dampak ekonomi, atau distribusi manfaat antarsektor. Pernyataan Pramono dan data pertumbuhan ekonomi dikutip dari pemberitaan media yang meliput peristiwa tersebut.