Observatorium antariksa Neil Gehrels Swift milik NASA mengakhiri masa operasinya setelah memasuki atmosfer Bumi di atas Sumatera Utara pada Rabu, 4 November 2026, pukul 19.39 WIB. Konfirmasi itu disampaikan NASA berdasarkan data Angkatan Antariksa Amerika Serikat.
Wahana tersebut masuk atmosfer di sekitar koordinat 3,4 derajat lintang utara dan 98,6 derajat bujur timur. NASA menegaskan koordinat itu menunjukkan lokasi masuknya Swift ke atmosfer, bukan titik pasti jatuhnya komponen yang mungkin tersisa di permukaan.
“Sebagian besar wahana diperkirakan terbakar saat melintasi atmosfer, tetapi beberapa komponennya mungkin bertahan,” tulis NASA dalam pembaruan resminya.
Hingga pembaruan itu disampaikan, NASA belum melaporkan penemuan serpihan Swift di Sumatera Utara. Sebagian besar badan teleskop diperkirakan hancur akibat panas ketika melaju melalui lapisan atmosfer, tetapi sejumlah bagian dapat bertahan dalam proses tersebut.
Mengapa orbit Swift menurun
Swift mengakhiri perjalanan orbitnya hampir 22 tahun setelah diluncurkan untuk mengamati fenomena kosmik. Penurunan ketinggian orbit terjadi karena hambatan dari lapisan atas atmosfer yang terus memperlambat wahana. NASA juga menyebut peningkatan aktivitas Matahari memperbesar hambatan tersebut sehingga orbit Swift turun lebih cepat.
Teleskop itu masih melakukan pengamatan ilmiah hingga 20 Oktober 2026. Pada waktu tersebut, ketinggiannya telah berkurang menjadi sekitar 275 kilometer dari permukaan Bumi. Hambatan atmosfer pada ketinggian itu menyulitkan wahana mempertahankan arah pengamatan, sehingga Swift kemudian masuk ke mode aman dan tim misi memutuskan mengakhiri operasinya.
Upaya mempertahankan orbit
NASA sebelumnya bekerja sama dengan Katalyst Space untuk mempertahankan orbit Swift. Wahana LINK diluncurkan pada Juli 2026 dengan tujuan menaikkan orbit observatorium tersebut. Namun, LINK mengalami gangguan komunikasi serta masalah kendali orientasi setelah mencapai orbit.
- Rencana penangkapan dan pengangkatan Swift dihentikan pada Agustus 2026.
- Upaya itu tidak sampai pada tahap percobaan pengangkatan wahana.
- Swift tetap menjalankan pengamatan ilmiah sampai 20 Oktober 2026 sebelum masuk mode aman.
Dengan masuknya Swift ke atmosfer di atas Sumatera Utara, misi observatorium itu berakhir setelah lebih dari dua dekade mengumpulkan data mengenai peristiwa kosmik. NASA menyatakan bagian terbesar wahana terbakar saat memasuki atmosfer, sedangkan keberadaan komponen yang mencapai permukaan masih bergantung pada hasil pemantauan dan penelusuran lebih lanjut.