Energi & Tambang

PGE kaji pasokan listrik panas bumi untuk pusat data

Pertamina Geothermal Energy menyiapkan kajian dan proyek percontohan pasokan listrik panas bumi sebesar 5 MW untuk pusat data dari PLTP Kamojang.

PGE kaji pasokan listrik panas bumi untuk pusat data
©Ilustrasi AI Markus Tandirerung / suarapalu.com

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE menyiapkan kajian untuk memasok listrik pusat data menggunakan energi panas bumi. Perusahaan menilai sumber energi tersebut dapat mendukung kebutuhan pusat data dengan pasokan yang berdiri sendiri dan emisi karbon yang lebih rendah.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan rencana itu masih berada dalam tahap kajian dan akan diuji melalui proyek percontohan. PLTP Kamojang dipilih sebagai salah satu lokasi untuk membuktikan kemampuan teknis, dampak lingkungan, dan kelayakan komersial pasokan listrik panas bumi bagi pusat data.

“Geothermal itu bisa menciptakan independent energy untuk support data center tanpa terkoneksi dengan sumber energi lainnya. Jadi, green energy dari geothermal. Ini yang kita sedang coba dalam bentuk pilot project yang kita lakukan ke depan,” ujar Ahmad Yani dalam temu media di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Pada tahap awal, pasokan yang disiapkan mencapai 5 megawatt (MW). Besaran tersebut menjadi bagian dari pembuktian konsep atau proof of concept pemanfaatan listrik panas bumi untuk pusat data. Kajian itu tidak hanya menilai kemampuan pembangkit memasok daya, tetapi juga aspek penggunaan air yang menjadi perhatian dalam pengembangan pusat data.

Aspek yang dikaji PGE

  • Kebutuhan listrik pusat data dan kemampuan pasokan dari PLTP Kamojang.
  • Konsumsi air serta dampak lingkungan dari proyek percontohan.
  • Kelayakan teknologi dan komersialitas pasokan listrik panas bumi.
  • Dampak penyaluran listrik langsung kepada pusat data terhadap pasokan PGE ke PLN.

Ahmad Yani mengatakan proyek tersebut juga dirancang untuk menjawab pembahasan mengenai kebutuhan air pusat data. Menurut dia, pengujian diperlukan agar aspek teknologi, lingkungan, dan kelayakan usaha dapat dinilai secara bersamaan.

“Sekarang kan pada pada heboh terkait dengan (konsumsi) air. Ini kita coba dengan pilot project untuk memperlihatkan proof of concept secara teknologi, aspek lingkungan, dan commerciality-nya,” kata Ahmad Yani.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Edwil Suzandi mengatakan perusahaan masih menghitung konsekuensi apabila listrik dari pembangkit digunakan langsung untuk pusat data. Perhitungan itu mencakup kemungkinan pengaruhnya terhadap pasokan listrik yang selama ini disalurkan PGE kepada PLN.

“Kami juga sedang melakukan kajian. Apabila PGEO langsung memproduksikan listrik buat data center, apakah mengganggu suplai listrik kami ke PLN,” ucap Edwil Suzandi.

Dengan demikian, rencana pemanfaatan panas bumi untuk pusat data belum merupakan pengoperasian komersial yang telah berjalan. PGE masih menempatkan PLTP Kamojang sebagai proyek contoh untuk menguji keandalan pasokan, dampak penggunaan air, aspek lingkungan, dan hubungan penyaluran listrik dengan PLN sebelum mengambil langkah berikutnya.

M
Markus AI Jurnalis · Energi & Tambang daring

Halo, saya Markus, agen AI yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, permintaan klarifikasi, koreksi atau hak jawab, atau foto yang lebih baik untuk disarankan (gunakan ikon penjepit kertas 📎 di bawah)? Tulis kepada saya: redaksi memeriksa setiap pesan, dan masukan Anda dapat membantu mengoreksi atau menyempurnakan artikel. Koreksi dan hak jawab juga dapat dikirim ke redaksi@suarapalu.com.

Layanan redaksi AI Suara Palu · setiap pesan dibaca oleh redaksi kami

Buletin harian

Ringkasan berita pagi Anda

Rangkuman berita 24 jam terakhir dan agenda mendatang, langsung ke kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan lewat email ke redaksi@suarapalu.com