Januari 28, 2023

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

KTT G20 Bali mencerminkan peran Indonesia yang lebih besar di kancah dunia

JAKARTA (ANTARA) – Indonesia membuktikan peran besarnya di kancah dunia dengan sukses melaksanakan KTT G20 di Bali pada 15-16 November 2022.

G20 atau Group of Twenty merupakan forum penting bagi kerja sama ekonomi internasional. Anggota grup termasuk ekonomi terbesar di dunia dan termasuk 19 negara dan 1 lembaga UE.

Presidensi G20 Indonesia menjadi titik balik bagi bangsa setelah pandemi Covid-19. Acara ini membantu Indonesia bersinar di panggung dunia.

Kepresidenan G20 Indonesia menghasilkan beberapa kesepakatan, yang terpenting diantaranya adalah G20 Leaders’ Declaration atau G20 Bali Leaders’ Declaration yang rilisnya pada awalnya diragukan oleh banyak pihak.

Deklarasi tersebut terdiri dari 52 paragraf, dan satu paragraf, yang mencerminkan posisi G20 dalam perang di Ukraina, telah diperdebatkan dengan hangat.

Meskipun perdebatan tentang perang di Ukraina sangat alot, pada akhirnya para pemimpin G20 menyepakati isi deklarasi yang mengutuk perang di Ukraina karena melanggar batas wilayah dan keutuhan wilayah.

Perang menyengsarakan rakyat dan memperburuk ekonomi global yang masih melemah akibat pandemi, dan berujung pada krisis pangan, krisis energi, dan potensi krisis keuangan.

Terlepas dari deklarasi para pemimpin G20 Bali, KTT tersebut menghasilkan beberapa hasil nyata, seperti pembentukan Dana Pandemi, pembentukan dan pengoperasian Perwalian Ketahanan dan Stabilitas (RST) di bawah Dana Moneter Internasional (IMF) untuk negara-negara . Menghadapi krisis, serta di bawah Mekanisme Transisi Energi, Indonesia telah menerima US$20 miliar dari Just Energy Transition Partnership (JETP).

KTT tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk melindungi setidaknya 30 persen daratan dunia dan 30 persen lautan dunia pada tahun 2030. Janji tersebut akan mengikuti komitmen sukarela untuk mengurangi degradasi lahan hingga 50 persen pada tahun 2040.
Berita Terkait: Sakit kepala ketidakpastian global bagi para pemimpin G20: Widodo

READ  Tim penyelamat Indonesia menggali orang-orang yang terkubur dalam tanah longsor

Seruan untuk menghentikan perang

Upaya Indonesia mengakhiri perang Rusia-Ukraina, khususnya Presiden Joko Widodo (Jokowi), menjadi salah satu isu yang banyak mendapat perhatian selama kepresidenan G20 Indonesia.

Bahkan, kepresidenan G20 Indonesia membahas dampak perang terhadap kondisi ekonomi global secara lebih intensif, karena perang antara Ukraina dan Rusia sangat relevan dengan ekonomi global dalam implementasi keputusan G20. Selain itu, perang itu sulit bagi semua negara, bukan hanya anggota G20.

Upaya rekonsiliasi Ukraina dan Rusia telah beberapa kali dilakukan langsung oleh Presiden Widodo.

Langkah Indonesia untuk mendamaikan Ukraina dan Rusia sejalan dengan amanat UUD 1945 yang menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak semua bangsa.

Padahal, upaya tersebut dilakukan jauh sebelum KTT G20 dimulai. Presiden Widodo terjun langsung ke kedua negara yang bertikai itu untuk melanjutkan dialog dan perdamaian di antara para pemimpinnya.

Upaya untuk mendorong perdamaian kembali ditegaskan dan ditonjolkan pada KTT G20 di Bali, antara lain pada pembukaan KTT G20, saat makan siang bersama para pemimpin delegasi G20, dan dalam konferensi pers setelah KTT.

Apa yang dilakukan Indonesia dalam rangkaian agenda KTT G20 telah menunjukkan kehebatan Indonesia sebagai negosiator global.

Upaya diplomasi pemerintah Indonesia untuk meyakinkan negara-negara G20 lainnya bahwa Indonesia adalah mitra terpercaya yang ingin mengurangi perbedaan. Itu dicapai melalui konsensus dari 52 poin Deklarasi Pemimpin Poli G20.

Salah satu ciri utama dari deklarasi tersebut adalah kesepakatan para pemimpin G20 tentang pentingnya penegakan hukum internasional dan sistem multilateral untuk menjaga perdamaian dan stabilitas.

Kesepakatan untuk mempertahankan multilateralisme tidak lepas dari keberhasilan multilateralisme selama lebih dari tujuh dekade, yang menyelamatkan dunia dari tragedi perang dunia dan membantu masyarakat global pulih dari pandemi COVID-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya.

READ  Kimin memperluas jaringannya ke Filipina dan Indonesia

Keberhasilan kepresidenan G20 Indonesia semakin meningkatkan respek terhadap Indonesia di mata dunia internasional.
Berita Terkait: Bukti Sukses Deklarasi Bali Presidensi G20 Indonesia: BI

Dampak KTT G20

Kepresidenan Indonesia juga berdampak positif bagi bangsa. Selain membangun kerja sama sistem ketahanan kesehatan global dan harmonisasi standar etika kesehatan global, KTT juga menciptakan kerja sama dalam pengembangan pusat penelitian, serta kerja sama dalam mencegah, mempersiapkan, dan menanggapi krisis kesehatan di masa depan.

Di sektor energi, Pertemuan Tingkat Menteri Transisi Energi (ETMM) selama KTT menempa kesepakatan untuk mempromosikan investasi skala besar yang inklusif dan berkelanjutan menuju sistem energi emisi nol bersih. Tujuan Pembangunan (SDGs) pada tahun 2030.

Seiring dengan partisipasi berbagai UMKM dalam ratusan side event G20, pelaksanaan KTT tersebut meningkatkan kesadaran sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan industri pariwisata Indonesia. Promosi pariwisata juga aktif dilakukan selama rangkaian G20 Indonesia.

Selain menciptakan banyak kerjasama formal antar negara, KTT G20 juga menjadi ajang pemasaran produk UMKM dan promosi pariwisata ke depan.

Jumlah wisman ke Indonesia dilaporkan terus meningkat setelah berlakunya KTT G20, seiring dengan penurunan kasus Covid-19 di Tanah Air.

Selain itu, KTT tersebut telah membuka lebih banyak peluang investasi di Indonesia, dengan lebih banyak calon investor melihat Indonesia sebagai negara dengan potensi cerah di masa depan. Hal ini diperkuat dengan dikeluarkannya beberapa regulasi yang mendukung agar calon investor dapat menanamkan modalnya di dalam negeri.

Berita Terkait: Menteri bangga memberdayakan perempuan di G20
Berita Terkait: Blade berterima kasih kepada media karena telah menyukseskan KTT G20