September 28, 2021

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Studi kelompok Irlandia tentang burung Indonesia mengungkapkan bahwa evolusi terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya

Para peneliti di Trinity College Dublin telah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa evolusi mungkin jauh lebih cepat daripada yang diyakini sebelumnya.

Ahli zoologi telah mempelajari spesies burung yang disebut poplar Sulawesi di Asia Tenggara, dan percaya temuan mereka “menjelaskan hubungan baru antara perilaku hewan, geografi dan evolusi.”

Tim dari Sekolah Ilmu Pengetahuan Alam DCT memilah DNA dan melakukan pengukuran dan rekaman lagu dari burung poplar Sulawesi, apa pun namanya, sebenarnya burung “pemalu” yang hidup di kepulauan Indonesia.

Studi baru menunjukkan bahwa DNA, ukuran tubuh, dan lagu mereka semuanya telah berubah dalam waktu yang sangat singkat dalam hal evolusi.

“Dalam waktu singkat pulau-pulau ini telah diisolasi, subspesies poplar secara genetik berbeda satu sama lain seperti halnya spesies burung terkait jauh yang terpisah jutaan tahun yang lalu,” kata tim peneliti. Kandidat PHD Beyonc Marquez memimpin.

Dia berkata: “Kita semua pernah mendengar pin Darwin menciptakan bentuk paruh yang sangat berbeda di Kepulauan Galapagos. Galapagos terisolasi di Pasifik, jadi burung-burung di sana telah diisolasi selama jutaan tahun. Namun terkadang evolusi dapat terjadi dalam ukuran ruang dan waktu yang sangat kecil, dan sulit untuk dideteksi dengan melihat hewan yang bersangkutan.

“Tidak seperti Galapagos, pulau-pulau yang kami lihat berjarak 20 km atau kurang dari daratan. Semakin banyak kita membaca tentang keanekaragaman hayati, semakin dekat perasaan kita karena spesies dan pulau-pulau yang belum pernah dieksplorasi secara dekat ternyata penuh dengan kejutan. ”

Temuan mereka telah dipublikasikan Jawaban Zoologi: Jurnal Zoologi Perbandingan.

READ  Singapura kirim pasokan dan peralatan medis ke Indonesia karena catatan harian kasus COVID-19