Oktober 7, 2022

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Politik Luar Negeri Feminis Damai Indonesia: Apa Selanjutnya? – Jumat, 26 Agustus 2022

Fitriani dan Anthia Nisa Salsabila (Jakarta Post)

Premium

Jakarta ●
Jumat, 26 Agustus 2022

77Th HUT kemerdekaan Indonesia adalah saat yang tepat untuk merefleksikan lintasan kebijakan luar negeri negara. Meski selalu matang dan berkembang, Indonesia tetap teguh pada doktrinnya. Aktif bebas (Gratis dan aktif).

Diformulasikan oleh Perdana Menteri Mohammad Hatta pada tahun 1948 untuk negara yang masih muda untuk menyeimbangkan persaingan yang bergejolak antara negara adidaya dunia, teori itu tetap relevan hingga saat ini. Namun, seiring berjalannya waktu, kita harus memikirkan apa yang dapat kita tingkatkan dan bangun dari warisan kita.

Dibandingkan dengan masa awal diplomasi Indonesia yang didominasi laki-laki, urusan diplomatik negara saat ini dipimpin oleh menteri luar negeri wanita pertama dan terakhir, Retno LB Marsudi. Pengangkatannya dikatakan menandai pecahnya langit-langit kaca, dan Indonesia siap untuk mengadopsi Kebijakan Luar Negeri Feminis (FFP), juga dikenal sebagai Diplomasi Feminis.

Baca cerita lengkapnya

BERLANGGANAN SEKARANG

Mulai dari Rp 55.500/bulan

  • Akses tak terbatas ke konten web dan aplikasi kami
  • E-Post adalah surat kabar digital harian
  • Tidak ada iklan, tidak ada interupsi
  • Akses eksklusif ke acara dan program kami
  • Berlangganan buletin kami

Atau biarkan Google mengelola langganan Anda

READ  YouTube Village 'Bintang Video Domestik Bank Indonesia | Kehidupan