Desember 5, 2022

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Kelompok usaha Indonesia tertarik pada infrastruktur, proyek energi di PH

Grup bisnis Indonesia sedang mencari untuk bermitra dengan perusahaan atau individu lokal di Filipina untuk kolaborasi potensial di sektor infrastruktur dan energi hijau.

Dalam sebuah forum bisnis baru-baru ini, pengusaha Indonesia Irman Guzman – sebuah kelompok bisnis yang bergerak di bidang infrastruktur dan perkebunan kelapa sawit di Indonesia – mengatakan sedang mencari mitra untuk proyek-proyek tersebut.

“Tim saya sangat ingin berpartisipasi dalam (peluang bisnis) infrastruktur. (Ini) karena Indonesia memiliki potensi untuk berkembang,” ujarnya di sela-sela konferensi yang diselenggarakan oleh Asxend International Group of Companies.

“Tujuannya adalah memiliki mitra lokal yang dapat mendukung kami untuk mendapatkan semua peraturan (persyaratan),” tambahnya.

Guzmán, yang sebelumnya menjabat sebagai presiden Senat Indonesia untuk dua masa jabatan, mengatakan pendanaan akan datang dari Timur Tengah, di mana mereka telah menjalin hubungan, tetapi mengatakan proyek masa depan di industri akan dilakukan melalui kemitraan Indonesia dan Filipina.

Dia mengatakan mereka juga melihat peluang di Daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM) dan berencana untuk berkunjung ke sana dalam kunjungan berikutnya ke Filipina, yang belum dijadwalkan.

“Kami ingin datang dan melihat potensinya, melihat di mana kami bisa berkolaborasi,” kata Guzman.

Pengusaha Indonesia tersebut merupakan anggota Federation of Filipino-China Chambers of Commerce and Industry Inc. (FFCCCI), Kamar Dagang Korea Filipina Inc. Dan dia mengatakan dia telah mencari audiensi untuk kemungkinan kemitraan dengan Kamar Dagang Singapura setempat.

Pemerintah Filipina sebelumnya telah menyatakan dorongan baru untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur di tahun pertamanya, serta baru-baru ini memperkenalkan perubahan pada kebijakan regulasi tentang energi terbarukan.

Menurut Departemen Anggaran dan Manajemen (DBM), total ₱1,196 triliun akan dialokasikan untuk proyek infrastruktur pemerintah di bawah anggaran 2023 yang diusulkan.

READ  Menit Asia: Indonesia membuat rencana pariwisata dengan hati-hati

Di bawah proposal anggaran yang saat ini sedang ditinjau oleh Kongres, ₱718,4 miliar akan dialokasikan ke Departemen Pekerjaan Umum dan Jalan Raya (DPWH), sedangkan ₱167,1 miliar akan diberikan ke Departemen Perhubungan (DOTR).

Untuk sektor energi terbarukan, pemerintah Filipina telah memutuskan untuk menghapus batasan modal asing dalam proyek-proyek lokal, yang berarti investor asing kini dapat sepenuhnya memiliki proyek energi terbarukan.

Baca selanjutnya

Jangan lewatkan berita dan informasi terbaru.

Langganan Penanya Plus Bagikan hingga 5 gadget untuk mendapatkan akses ke The Philippine Daily Inquirer dan 70+ judul lainnya, dengarkan berita, unduh pada pukul 4 pagi & bagikan artikel di media sosial. Hubungi 896 6000.

Untuk komentar, keluhan atau pertanyaan, Hubungi kami.