Topan Champi menerjang pesisir Taiwan pada 23 Oktober 2026, membawa angin kencang dan hujan deras yang menimbulkan kerusakan infrastruktur, gangguan listrik, pembatalan penerbangan, serta korban jiwa dan luka-luka, menurut laporan media nasional yang mengutip data otoritas Taiwan.
Badan Meteorologi Pusat Taiwan (CWA) menyatakan Champi sebelumnya dikategorikan sebagai topan super dan tercatat membawa angin hingga sekitar 126 kilometer per jam di dekat pusatnya. Pusat badai dilaporkan berada sekitar 150 kilometer di sebelah timur Taiwan setelah melintasi perairan lepas pantai timur laut. Embusan angin di sejumlah wilayah pesisir bahkan dilaporkan mencapai 227 kilometer per jam, demikian dikutip dari Kompas.com.
Dampak langsung pada aktivitas publik
Akibat badai, sejumlah wilayah mencatat kerusakan pohon dan bangunan serta gangguan pasokan listrik. Laporan menyebutkan terjadi pemadaman untuk sekitar 288.000 rumah. Otoritas lokal juga menutup kantor dan sekolah di bagian utara dan tengah Taiwan; penutupan pada Sabtu memasuki hari kedua.
- Transportasi udara terganggu: pada Sabtu tercatat 259 penerbangan dibatalkan, turun dari hampir 1.000 pembatalan pada Jumat.
- Korban: media melaporkan data terakhir bahwa satu orang tewas dan 527 orang luka-luka.
- Dampak lain meliputi gangguan arus listrik dan kerusakan infrastruktur lokal.
Mengenai Warga Negara Indonesia, Kementerian Luar Negeri mencatat pada Jumat malam bahwa dua orang WNI menjadi korban luka-luka akibat badai. Kedua WNI tersebut termasuk dalam kategori 163 korban luka yang dilaporkan dalam data yang sama, menurut Kompas.com.
Menurut prakiraan yang dikutip, Champi diperkirakan akan berbelok ke utara menuju pesisir China sebelum bergerak ke arah selatan Jepang. Meski Taiwan memiliki protokol kesiapsiagaan terhadap topan, CWA memperingatkan bahwa topan masih dapat menimbulkan kerusakan signifikan, termasuk di musim gugur ketika peristiwa seperti ini lebih jarang tetapi tetap mungkin terjadi.
Laporan-sumber utama untuk perkembangan ini adalah Kompas.com yang mengumpulkan keterangan dari Badan Meteorologi Pusat Taiwan (CWA) dan data Kementerian Luar Negeri Indonesia. Identitas korban WNI dan keluarga dilindungi sesuai kebijakan perlindungan data pribadi.