Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat segmen perorangan menjadi penyumbang utama premi lanjutan dan premi produksi baru pada industri asuransi jiwa hingga Agustus 2026. Data yang disampaikan OJK menunjukkan premi lanjutan dari segmen perorangan mencapai Rp 33,86 triliun, sementara premi produksi baru di segmen itu sebesar Rp 28,88 triliun.
Data dan perbandingan segmen
Berdasarkan lembar jawaban tertulis RDK OJK yang disampaikan pada Rabu, 21 Oktober 2026, lembaga pengawas itu juga mencatat kontribusi dari segmen kumpulan (group). Premi lanjutan segmen kumpulan tercatat Rp 6,63 triliun hingga Agustus 2026, sedangkan premi produksi baru segmen kumpulan mencapai Rp 14,40 triliun pada periode yang sama.
| Jenis premi | Segmen perorangan | Segmen kumpulan |
|---|---|---|
| Premi lanjutan (sampai Agustus 2026) | Rp 33,86 triliun | Rp 6,63 triliun |
| Premi produksi baru (sampai Agustus 2026) | Rp 28,88 triliun | Rp 14,40 triliun |
Angka-angka itu menunjukkan bahwa, sejauh ini, model bisnis asuransi jiwa di Indonesia masih banyak didorong oleh penjualan dan pemeliharaan produk individu. Meski demikian, OJK menilai segmen kumpulan tetap memegang peran strategis dalam memperluas akses perlindungan, khususnya melalui skema bagi pekerja dan karyawan perusahaan.
“Segmen perorangan memiliki kontribusi lebih besar terhadap premi lanjutan,” ujar Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK.
Dalam penjelasannya, Ogi menggarisbawahi bahwa kedua segmen tersebut masih menyimpan prospek pertumbuhan. OJK menyoroti peluang pengembangan produk kumpulan yang lebih fleksibel serta penyesuaian manfaat untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, termasuk penambahan manfaat kesehatan dan perlindungan karyawan.
- Segmen perorangan dominan pada premi lanjutan dan premi baru hingga Agustus 2026.
- Segmen kumpulan berperan dalam akuisisi bisnis baru khususnya untuk perlindungan karyawan.
- OJK melihat potensi pengembangan produk kumpulan yang lebih fleksibel untuk mendorong perluasan perlindungan.
Menjaga pertumbuhan premi di kedua segmen menjadi penting bagi stabilitas industri asuransi jiwa dan keberlanjutan model bisnis perusahaan asuransi. Data OJK ini juga relevan bagi pemangku kepentingan pasar modal dan perbankan yang memonitor kinerja perusahaan asuransi sebagai bagian dari ekosistem jasa keuangan.
Analisis lebih lanjut mengenai struktur produk, kanal distribusi (agen, bancassurance, digital), serta perilaku pemegang polis akan diperlukan untuk memahami dinamika pertumbuhan premi perorangan dan peluang peningkatan pangsa pasar segmen kumpulan. OJK menempatkan pengembangan produk yang responsif terhadap kebutuhan perusahaan dan pekerja sebagai salah satu strategi untuk memperkuat pasar asuransi jiwa domestik.