Desember 5, 2022

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Komentar IMF tentang biaya pinjaman Indonesia

Tempo.co, Jakarta – Perwakilan dari Dana Moneter Internasional (IMF) mencatat pada hari Selasa bahwa biaya pinjaman negara Indonesia saat ini terlalu tinggi. Mereka berpendapat bahwa posisi ini tidak tepat bagi upaya pemerintah untuk memperbaiki pengelolaan keuangan.

Berdasarkan data IMF Regional Economic Outlook for Asia and the Pacific edisi Oktober 2022, Indonesia menempati peringkat 3 besar dengan biaya pinjaman negara terbesar, bersama dengan Bangladesh dan India. Jumlah hasil mata uang lokal adalah sekitar 8 persen untuk tenor 10 tahun.

James Walsh, Senior Resident Representative IMF untuk Indonesia, dalam kunjungannya Tempo Markas besar pada hari Selasa menunjukkan bahwa ia secara pribadi lebih suka nomor yang lebih rendah daripada nomor saat ini.

James mengatakan satu-satunya cara untuk menurunkan biaya bunga dari utang itu adalah dengan menciptakan kebijakan fiskal yang lebih kredibel dalam jangka panjang. Dalam 10-15 tahun, Indonesia mampu menekan defisit fiskal ke level yang rendah.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit atau kekurangan keuangan maksimal 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) UU No. 17/2003 dimaksud.

Mengingat kebijakan fiskal saat ini, pemerintah telah sangat berhati-hati untuk waktu yang lama. Tingkat utang pemerintah juga sejalan dengan UU Keuangan Negara yang berada di bawah 60 persen dari PDB. Menurut James, biaya pinjaman saat ini harus lebih rendah lagi.

Arizal Rachman

Klik disini Dapatkan update berita terbaru dari Tempo di Google News

READ  Gol diving Indonesia bikin malu orang lain