Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan perang di kawasan telah mengubah tatanan di Timur Tengah dan memengaruhi pengelolaan jalur pelayaran strategis, termasuk Selat Hormuz. Pernyataan itu disampaikan saat Araghchi memberi pidato di Kementerian Luar Negeri Iran, sebagaimana dikutip oleh Press TV dan dilaporkan kantor berita ANTARA pada Minggu.
“Perang saat ini telah mengubah segalanya. Kita harus mengakui bahwa realitas-realitas baru telah muncul,” ujar Abbas Araghchi.
Araghchi menegaskan perubahan tersebut mencakup aspek keamanan dan tata kelola rute pelayaran yang menjadi jalur keluar masuk minyak dan komoditas penting dunia. Ia menyebutkan secara khusus bahwa “jalur pelayaran melalui Selat Hormuz tidak akan lagi sama seperti sebelumnya” dan bahwa cara pengelolaan selat itu akan berbeda dibanding masa lalu.
Dalam pidatonya, Araghchi juga mengatakan Teheran terbuka terhadap rencana keamanan yang dibuat oleh negara-negara kawasan sendiri. Pernyataan itu menunjukkan dukungan Iran terhadap inisiatif keamanan regional, sekaligus menegaskan posisi negara tersebut dalam perdebatan internasional terkait kebebasan navigasi dan kedaulatan atas perairan strategis.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat serta sekutunya selama beberapa bulan terakhir menjadi latar yang memengaruhi pernyataan ini. Menurut laporan, kedua belah pihak berselisih mengenai kontrol atas lalu lintas di Selat Hormuz sejak konflik bersenjata antara Iran dan koalisi yang melibatkan AS dan Israel meletus pada Februari lalu.
Washington menuntut pemberlakuan kebebasan navigasi tanpa batas di perairan internasional, sementara Teheran menekankan haknya untuk mempertahankan otoritas dalam mengatur lalu lintas pelayaran di kawasan yang strategis. Kedua belah pihak sempat meneken kesepakatan sementara pada Juni untuk meredakan ketegangan, namun pembicaraan diplomatik pelan berjalan di tengah meningkatnya ketidakpercayaan.
Perubahan dalam pengelolaan Selat Hormuz berpotensi berdampak pada jalur perdagangan dan pasokan energi global. Selat Hormuz merupakan pintu keluar utama bagi produksi minyak beberapa negara di Teluk Persia; setiap gangguan di sana dapat memengaruhi harga minyak dunia dan mengubah pola aliran barang melalui rute maritim internasional.
Impak dan perhatian bagi Indonesia
- Pergeseran pengelolaan Selat Hormuz dapat memengaruhi pasar energi dan stabilitas pasokan minyak, yang berdampak tidak langsung pada ekonomi global dan harga energi di Indonesia.
- Indonesia, sebagai negara pengguna energi dan peserta aktif dalam perdagangan maritim, berkepentingan terhadap jaminan kebebasan navigasi dan keamanan jalur laut internasional.
- Setiap inisiatif keamanan regional yang diusulkan negara-negara Teluk perlu diperhatikan oleh komunitas internasional, termasuk upaya diplomatik untuk mencegah eskalasi militer.
Pernyataan Araghchi menegaskan bahwa dinamika geopolitik di Timur Tengah terus berubah dan bahwa solusi keamanan mungkin akan menggeser peran aktor eksternal menuju inisiatif yang lebih banyak dilahirkan oleh negara-negara di kawasan itu sendiri. Laporan ini dikutip dari Press TV dan disiarkan ANTARA.