April 24, 2024

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Indonesia dan Yordania membahas kerja sama pendidikan

Indonesia dan Yordania membahas kerja sama pendidikan

Jakarta (Antara) – Menteri Agama Yakut Solil Kumas menerima kunjungan Duta Besar Yordania untuk Indonesia Chudki Atala Al Omoush untuk membahas kerja sama bilateral guna mendorong pelajar Indonesia belajar di Yordania.

Kumas mengatakan kepada duta besar bahwa pelajar Indonesia tidak memiliki pengetahuan akademis yang cukup di Yordania, dan bahwa insentif seperti permohonan visa yang lebih mudah diperlukan untuk menarik pelajar Indonesia ke Yordania.

“Saat ini belum ada perspektif mengenai pelajar Indonesia yang belajar di Yordania. Saya kira jika Yordania memberikan kemudahan visa bagi pelajar Indonesia, itu akan menjadi daya tarik yang baik bagi mereka,” kata Menkeu dalam keterangan yang dirilis kantornya, Senin.

Untuk mendukung gagasan ini, ia menambahkan bahwa Direktorat Pendidikan Islam di kementeriannya akan mengembangkan materi promosi untuk mempromosikan pendidikan di Yordania.

“Saya berharap jumlah pelajar kita yang belajar di Yordania akan meningkat,” kata menteri.

Dubes Al Omosh menyambut baik rencana fasilitasi visa bagi pelajar Indonesia.

“Soal visa, Insya Allah tidak ada masalah, kami akan menganggap anak Indonesia sebagai anak kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kementerian Pendidikan Tinggi Yordania berharap dapat meningkatkan jumlah mahasiswa asal Indonesia yang melanjutkan studi di universitas-universitas di Yordania.

“Kami berharap bisa ada kesepakatan (dengan Indonesia). Kementerian Pendidikan Tinggi Yordania bisa mengirimkan timnya untuk melakukan sosialisasi tentang pendidikan di Yordania. Kami akan sangat senang jika ada penandatanganan nota kesepahaman antara Indonesia dan Yordania,” imbuhnya.

Dijelaskannya, sistem perkuliahan di Yordania mirip dengan di Indonesia, dengan menawarkan Satuan Kredit Semester (SKS) agar durasi perkuliahan lebih terukur dan memungkinkan mahasiswa lulus tepat waktu.

Berita terkait: Pelajar Indonesia akan belajar di luar negeri dan pulang kampung: Subianto

READ  Jajak pendapat dengan frekuensi tinggi menyoroti sikap dan tren pemilih

Berita Terkait: Beasiswa, Anggaran Bantuan Pendidikan Naik Jadi Rp35,94 Triliun