Januari 28, 2023

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Indonesia-Australia bahas penguatan kerja sama tenaga kerja

Kami ingin melakukan diskusi lebih lanjut dengan Pemerintah Australia, khususnya, untuk memfasilitasi ketersediaan informasi mengenai daftar sponsor yang memenuhi syarat, sehingga kami dapat mengejar dan melaksanakan Nota Kesepahaman tentang Pelatihan Berbasis Tempat Kerja.

SINGAPURA (ANTARA) – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah membahas kerja sama tenaga kerja dengan Menteri Keterampilan dan Pelatihan Australia Brendan O’Connor pada Rabu.

Dalam pertemuan bilateral di Singapura, Fauziyah mengungkapkan beberapa bidang kerja sama di bidang ketenagakerjaan dalam kerangka Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), yang sempat tertunda perkembangannya akibat pandemi COVID-19 dan perubahan kepemimpinan di Australia.

Kolaborasi ini mencakup Nota Kesepahaman (MoU) tentang pelatihan berbasis tempat kerja dan MoU tentang Program Percontohan Pertukaran Pengembangan Keterampilan.

Berita Terkait: Kenaikan upah minimum mencerminkan apresiasi pemerintah terhadap buruh: Hartardo

“Kami ingin berdiskusi lebih lanjut dengan pemerintah Australia untuk memfasilitasi ketersediaan informasi tentang daftar sponsor yang memenuhi syarat sehingga kami dapat mengikuti dan melaksanakan MoU tentang pelatihan berbasis tempat kerja,” kata Menkeu. Pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja pada hari Kamis.

Menurut Fauziyah, daftar sponsor Indonesia yang memenuhi syarat sangat penting untuk memudahkan pengawasan dan perlindungan praktisi Indonesia di Australia.

Pihaknya berharap Australia yang dipimpin oleh Perdana Menteri Anthony Albanese memberikan dukungan berupa akses informasi program Work Based Training (WBT), sehingga menjamin pemantauan, pengawasan dan keselamatan peserta pelatihan Indonesia.

“Kami berharap dapat mempererat kerjasama dengan pemerintah Australia di bidang pengembangan keterampilan dan pelatihan di berbagai bidang untuk meningkatkan daya saing dan potensi tenaga kerja Indonesia sebelum mereka memasuki dunia kerja,” tambahnya.

Berita Terkait: Pemerintah meminta peninjauan audit perusahaan untuk memitigasi pemutusan hubungan kerja

READ  Kasus Indonesia 737 Accident Autotrote Claims Problem - KIRO 7 News Seattle

Ia menambahkan, Indonesia dan Australia telah membahas program ketenagakerjaan bagi pekerja migran Indonesia di sektor pertanian dan telah mencapai tahap akhir draft kesepakatan dan nota kesepahaman tentang Australian Agricultural Visa (AAV).

Namun karena pergantian kepemimpinan di Australia, program visa untuk sektor pertanian dihentikan sebelum ditandatangani dengan pemerintah Indonesia.

“Kami berharap pemerintah Australia dapat membuka kembali program ini untuk mengikuti Nota Kesepahaman tentang AAV atau membuka peluang lain yang dapat membuka peluang kerja bagi warga negara Indonesia di bidang pertanian, perikanan, kehutanan dan sektor lainnya.” kata Menteri.

Berita Terkait: Indonesia mendesak negara-negara Asia-Pasifik untuk memacu pemulihan yang berpusat pada masyarakat

Berita Terkait: Kementerian harus tetap menyalurkan sisa 8,8 persen dari target BSU