Januari 28, 2023

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Dubes RI Terima Kunjungan Pengurus Baru DPLN Wahdah Islamiyah Sudan


Unduh logonya

Dubes RI Sunarko pada Senin (16/1) menerima pengunjung dan berdialog dengan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Dewan Urusan Luar Negeri Sudan Wahda Islamia (DPLN-WI) di Gedung Serba Guna KBRI Khartoum. Pada kesempatan tersebut juga Ketua DPLN-WI Bpk. Mar’ie Muhamad dan 7 pimpinan Departemen DPLN-WI Sudan juga hadir.

Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pentingnya mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk terus semangat meningkatkan potensi keilmuan dan meningkatkan soft skill. Negara Indonesia.

Kepada rombongan baru DPLN – WI Sudan, Dubes menekankan pentingnya terus mengembangkan dan memperkuat paham Islam Wasathiyah (moderat) untuk membangun persatuan dan kerukunan bangsa serta berkontribusi bagi perdamaian dunia.

“Ke depan, DPLN-WI diharapkan terus meningkatkan peran aktif dan kontribusinya dalam memajukan ilmu Islam moderat (al-‘ulum as-syariyyah) sehingga Indonesia menjadi rujukan Islam Wasatiyyah ke dunia.” kata Duta Besar Sunarco.

Dalam kesempatan tersebut Mary Muhammad memuji perhatian Dubes RI Khartoum kepada masyarakat Indonesia di Sudan dan memperkenalkan pengurus baru DPLN-WI Sudan serta menyampaikan rencana positif untuk mendukung kualitas SDM dan kecerdasan mahasiswa Indonesia. Sudan.

KBRI Khartoum tetap berkomitmen untuk mendukung kemajuan, partisipasi aktif dan kegiatan positif masyarakat Indonesia di Sudan.

Didistribusikan oleh APO Group atas nama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Khartoum, Sudan.

Siaran pers ini dikeluarkan oleh APO. Konten tersebut tidak dipantau oleh tim editorial African Business, dan konten tersebut belum diperiksa atau diperiksa oleh tim editorial, korektor, atau pemeriksa fakta kami. Penyedia sepenuhnya bertanggung jawab atas isi pemberitahuan ini.

READ  Indonesia adalah Kekuatan Super Pan Indo-Pasifik - Komentar