Oktober 18, 2021

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Dua minggu di bawah pengawasan di Indonesia, sementara Mesir mengeluarkan fatwa melawan kemenangan epik atas konten “Penghancuran Ka’bah”

Pada tanggal 5 Juli, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandyaka Uno, Disebut larangan Dua minggu. Menyusul viralisasi gambar dan video di media sosial minggu lalu, perang epik mengguncang Royal Dua minggu Pasukan menghancurkan bangunan olahraga yang mirip dengan Ka’bah, salah satu situs paling suci dalam Islam, yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi.

Caba

“Setidaknya lima kali sehari, kita menghadap Ka’bah dan harus sholat,” kata Santiago Uno.

Ini terjadi hanya beberapa hari setelah Rabat-al-Azhar Fatwa Global Center Mesir mengeluarkan fatwa terhadap video game, dan Dua minggu Terutama. Cendekiawan otoritas agama tertinggi Islam Sunni, mengatakan “Dimasukkannya permainan penggambaran penghancuran dan ejekan Ka’bah memiliki dampak negatif langsung pada keyakinan agama para pemuda, membingungkan pandangan dan identitas mereka, dan meremehkan situs dan benda suci mereka.”

Game epik, sebagai tanggapan atas kemunduran di seluruh dunia Arab diklarifikasi Gambar kontroversial datang dari satu area Dua minggu Konten buatan pengguna. Studio mengatakan itu dibuat pada tahun 2019 oleh seorang pemain melalui Mode Kreatif permainan, yang memungkinkan pengguna untuk merancang dan membuat peta mereka sendiri.

“Kami ingin menekankan bahwa tim kami menghormati semua agama dan kami bekerja sama dengan mereka yang menciptakan game dari para pemain kami untuk memberikan pengalaman bermain yang aman bagi semua pemain kami,” tambah pengembang.

Peta Fortnight yang dibuat pengguna dengan struktur yang mirip dengan Ka’bah

Apakah interpretasi epik membantu?

Sampai batas tertentu. Abdul Rahman Al Shami, as Dua minggu Pendiri Badan Olahraga dan Pembangunan mengatakan kepada BBC Arabic bahwa ulama al-Azhar seharusnya bertindak dengan ketekunan yang tepat daripada mempercayai laporan media sosial. Namun, Pusat tidak mencabut fatwa tersebut.

READ  Indonesia: Digital 'Starcasing' mulai 2021

Di Indonesia, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Blade mengaku kepada CNN Indonesia bahwa konten kontroversial tersebut dibuat oleh pengguna dan tidak berasal dari game epik. Blade mengatakan dia akan bekerja sama dengan Polri untuk mengidentifikasi pembuat konten dan mengambil tindakan.

Meskipun demikian, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandyaka Uno meninjau topik tersebut dan meminta kementerian untuk berhenti bermain dengan anak-anak.