Maret 1, 2024

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

5 Festival Budaya Terbaik yang Wajib Dikunjungi di Indonesia pada Februari 2024

5 Festival Budaya Terbaik yang Wajib Dikunjungi di Indonesia pada Februari 2024

Kalungan adalah festival penting Hindu yang dirayakan dengan penuh semangat dan antusiasme di seluruh pulau Bali, Indonesia. Peristiwa baik ini memperingati kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan) dan menandai saat ketika umat Hindu Bali percaya roh leluhur mengunjungi bumi. Selama sepuluh hari, Kalungan menyaksikan keluarga-keluarga Bali mengenakan pakaian tradisional, memanjatkan doa yang rumit, dan mendekorasi rumah serta pura mereka dengan persembahan yang disebut penjor (tiang bambu hias) dan jebokan.

Inti dari perayaan ini adalah Hari Kalungan, ketika keluarga berkumpul untuk beribadah di kuil, berbagi makanan perayaan, dan berpartisipasi dalam tarian dan musik tradisional. Kalungan tidak hanya merupakan waktu untuk refleksi spiritual dan ikatan komunal, tetapi juga merupakan festival Indonesia yang merayakan kekayaan warisan budaya Bali dan pengabdian yang tak tergoyahkan terhadap tradisi Hindu.

Festival Krebek Sudiro, Tani (27 Januari – 22 Februari)

Festival Krebek Sudiro, Sumber: Cakrawala Budaya

Festival Mancing Bau Nyale Lombok (29 Februari – 1 Maret)

Orang-orang pergi memancing di pantai, sumber: www.bbc.com

Festival Budaya Cape Co May, Singawang (10 – 24 Februari)

Tanjung Go May di Singawang, Sumber: www.kemenparekraf.go.id

Pada pertemuan budaya Tionghoa dan Dayak, Cape Co May penuh dengan tarian tradisi dan festival sepanjang tahun. Berbeda dengan perayaan lainnya, “Pesta Cahaya” di sini lebih dari sekadar pertunjukan memukau biasa. Jalanan berdenyut dengan energi yang menggemparkan Parade Tatung, peserta yang diyakini kerasukan roh melakukan tindakan ketahanan, tubuh mereka tertusuk pedang tetapi tampaknya bebas dari rasa sakit. Ritual ini menyucikan dan mencegah nasib buruk. Beberapa hari yang lalu, itu Buang balanya Ritual tersebut membersihkan kota Datung dan menciptakan suasana mistis. Namun, Cape Go Meh lebih dari sekedar pemandangan spektakuler.

Pencahayaan tradisional dan modern Mandikan kota dengan cahaya hangat sebagai simbol kemakmuran dan harapan. Tarian budaya, hidangan lokal, dan kegembiraan penonton yang menular, semuanya terjalin bersama untuk menciptakan permadani tradisi dan perayaan yang tak terlupakan. Inilah Cape Koh Mae di Singawang, tempat ritual kuno berpadu dengan keajaiban modern dan setiap sudutnya merasakan pengalaman budaya yang benar-benar unik. Festival tari lain yang mungkin ingin Anda coba adalah Festival Lembah Ballium pada bulan Agustus.

READ  Indonesia meminta ASEAN mengembangkan pedoman untuk memerangi penipuan