September 27, 2021

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Sabtu (21 Agustus) 16.744 kasus baru Pemerintah-19 dilaporkan pemberontakan Delta menempatkan wanita hamil pada risiko yang lebih tinggi

Jakarta, 21 Agustus (Jakarta Post / JST): Asosiasi dokter kandungan negara menemukan bahwa seperlima kematian ibu hamil di Indonesia tahun ini disebabkan oleh keterlambatan deteksi COV-19.

Selain itu, dikatakan bahwa peningkatan baru-baru ini dalam kasus-kasus yang didorong oleh varian delta yang menular dapat membuat ibu hamil berisiko tinggi, bahkan ketika mereka berusaha memprioritaskan perawatan mereka.

Menurut data Perhimpunan Dokter Kandungan dan Ginekolog Indonesia (POGI) Kementerian Kesehatan, hampir 20 persen dari 2.179 kematian ibu yang tercatat tahun ini terkait dengan Pemerintah-19, dan sebagian besar dari wanita ini mungkin telah diselamatkan dengan deteksi dini.

“Tujuh puluh dua persen ibu hamil yang positif Govit-19 didiagnosis terlambat tiga bulan atau 37 minggu kehamilan, (dan hanya) karena harus dirawat sebelum melahirkan,” kata Presiden POGI Ari Kusuma melalui telepon. wawancara dengan Jakarta Post. “Sudah terlambat bagi mereka untuk diuji kali ini.”

Perasaan ini dimiliki oleh banyak dokter kandungan dan kandungan (OB-GYN) karena wanita hamil termasuk dalam kelompok populasi yang lebih rentan terhadap kejadian serius Govit-19.

“Ibu hamil harus segera dites Covit-19 jika memiliki gejala atau pernah kontak dekat dengan orang yang positif Covit-19,” kata Ibu Surabaya, Jawa Timur. Ilham Altika, OP-GYN mengatakan di situs web yang diselenggarakan oleh Pemerintah Polisi-19 minggu lalu.

POGI melakukan survei laporan diri di antara anggotanya antara April 2020 hingga April tahun ini, dan dari 536 ibu hamil yang terinfeksi virus corona, 3 persen meninggal dan 4 persen membutuhkan perawatan intensif.

Namun, penelitian tersebut tidak memperhitungkan gelombang kedua kasus Pemerintah-19 yang didorong oleh Delta, yang melipatgandakan kematian ibu pada bulan Juli, kata Ari.

Lebih dari 56.000 kasus baru Pemerintah-19 dilaporkan di seluruh negeri bulan lalu, mendorong sistem perawatan kesehatan ke ambang kehancuran karena rumah sakit di Jawa mengalami kekurangan tempat tidur dan oksigen untuk mengakomodasi proliferasi pasien.

READ  Apa yang kita ketahui tentang kapal selam yang hilang

Sementara itu, jumlah kasus Pemerintah-19 di Indonesia naik 16.744 menjadi 3.967.048 dalam satu hari, sementara jumlah kematian naik 1.361 menjadi 125.342, kata kementerian kesehatan negara itu, Sabtu (21 Agustus).

Menurut kementerian, 23.011 orang dipulangkan dari rumah sakit, sehingga jumlah total pasien yang sembuh dari Kovit-19 menjadi 3.522.048.

Hingga saat ini, setidaknya 31,21 juta orang di negara itu telah menerima dua vaksin, sementara 56,98 juta telah menggunakan dosis pertama, tambah kementerian.

Indonesia, dengan populasi lebih dari 270 juta, bertujuan untuk memvaksinasi setidaknya 208,2 juta orang. – Xinhua