Desember 5, 2022

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Polisi telah mendakwa enam orang dalam bencana sepak bola Indonesia

Polisi Indonesia mengatakan mereka akan menghadapi tuntutan pidana terhadap tiga pejabat dan tiga warga sipil setelah menembakkan gas air mata ke sebuah stadion Sabtu lalu, menewaskan 131 orang.

Kapolri Listio Sikit Prabowo mengatakan para tersangka termasuk kepala PT Liga Indonesia Baru, yang mengelola divisi sepak bola profesional papan atas negara dan bertanggung jawab untuk memastikan stadion memiliki sertifikat operasi yang layak. Dia mengatakan stadion di Kota Malang tidak memenuhi persyaratan sertifikasi dan tidak diperiksa dengan baik.

Prabowo mengatakan ketua pelaksana turnamen, kepala petugas keamanan dan tiga petugas polisi juga didakwa. Tuduhan tersebut termasuk pelanggaran hukum olahraga Indonesia dan kode etik untuk ofisial dan kelalaian yang menyebabkan kematian atau cedera serius. Hukuman maksimal hingga lima tahun penjara. Kapolres Malang diyakini mengetahui bahwa FIFA, badan pengatur internasional, telah menyarankan untuk tidak menggunakan gas air mata di stadion.

“Namun, dia tidak mencegah atau melarang penggunaan gas air mata saat membela pertandingan,” kata Prabowo dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.

Dia mengatakan dua petugas polisi lainnya telah memerintahkan bawahannya untuk menembakkan gas air mata. 11 petugas benar-benar menembakkan gas, menyebabkan kepanikan yang meluas ketika orang-orang di sekitar mencoba melarikan diri, katanya. Gerbang 3, 10, 11, 12, 13, 14 ditunda pembukaannya di mana banyak penggemar hancur.

“Pintu gerbang seharusnya dibuka lima menit sebelum pertandingan berakhir. Saat dibuka, lebarnya hanya 1,5 meter (4,9 kaki) dan penjaga gerbang tidak dalam posisi,” kata Prabowo.

Menurut rekomendasi FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia, pintu keluar dari stadion harus dibuka setiap saat selama pertandingan untuk tujuan keamanan. Aturan tersebut tidak berlaku untuk liga domestik atau nasional, meskipun merupakan standar keamanan yang merekomendasikan penggunaan gas air mata sebagai tindakan pengendalian massa.

READ  Gempa berkekuatan 4,5 skala Richter mengguncang Amahai, Maluku, Indonesia

Sekitar 42.000 penggemar Arema FC menghadiri pertandingan hari Sabtu, yang menyaksikan Arema dikalahkan 3-2 oleh Persebaya. Menyusul kekalahan itu, para penggemar yang marah bergegas ke stadion, mendorong polisi untuk menembakkan gas air mata.

“Dalam penyelidikan kami, tidak ada rencana darurat untuk menangani kasus-kasus khusus seperti yang dipersyaratkan dalam peraturan keselamatan dan keamanan Persatuan Sepak Bola Indonesia tahun 2021,” kata Prabowo.

Persatuan sepak bola Indonesia melarang Arema menjadi tuan rumah pertandingan yang dihadiri pendukungnya di Malang hingga tahun depan.