Maret 1, 2024

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Pencarian berakhir setelah gunung berapi meletus di Indonesia, menewaskan 23 orang

Pencarian berakhir setelah gunung berapi meletus di Indonesia, menewaskan 23 orang

Gunung Marabi di Pulau Sumatera memuntahkan menara abu setinggi 3.000 meter ke langit pada Minggu (ADI PRIMA).

Pihak berwenang Indonesia mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah mengakhiri operasi pencarian dan penyelamatan bagi pendaki yang hilang atau tewas setelah gunung berapi meletus pada akhir pekan yang menewaskan 23 orang.

Gunung Marabi di pulau Sumatra bagian barat Indonesia memuntahkan abu setinggi 3.000 meter (9.800 kaki) ke langit pada hari Minggu, lebih tinggi dari gunung berapi itu sendiri.

Banyak orang berhasil diselamatkan, namun 23 orang ditemukan tewas dan para pekerja terpaksa mengungsi karena ledakan lebih lanjut dan cuaca buruk dalam upaya penyelamatan yang sulit pada Rabu malam lalu.

Para pejabat mengatakan mereka yakin setiap orang yang hilang telah ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan hidup atau mati, meskipun ada kekhawatiran awal bahwa beberapa orang mungkin menggunakan jalur pendakian tidak resmi dan tidak ditemukan.

Pendaki harus mendaftar ke otoritas setempat melalui sistem pemesanan online, membayar sedikit biaya, dan mengambil pintu masuk yang ditentukan.

Seluruh korban sudah ditemukan dan korban terakhir meninggal dunia. Oleh karena itu, berdasarkan asesmen, operasi pencarian dan pertolongan yang dipimpin Pasarnas telah ditutup, kata pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Agam, Ichwan Pratama, dalam keterangannya, Kamis.

“Jika masih ada keluarga yang mencari kerabatnya, kami akan tetap mengaktifkan aplikasi darurat dan membawa data yang benar agar mereka bisa datang ke sini.”

Wakil Kapolda Sumbar Eddy Martianto mengatakan pada Rabu malam bahwa semua petugas penyelamat akan “kembali ke unit masing-masing”.

Hendra Gunawan, kepala Institut Vulkanologi Indonesia, mengatakan Marabi telah berada pada tingkat kedua dari sistem peringatan empat tingkat sejak tahun 2011, dan zona eksklusi sepanjang tiga kilometer telah diberlakukan di sekitar kawahnya.

READ  Indonesia, Jerman dan Global Fund menandatangani perjanjian pengalihan utang baru untuk memerangi TB - Indonesia

Dia menyalahkan para pendaki karena terlalu dekat dengan gunung berapi, dan badan tersebut tidak merekomendasikan tindakan apa pun di daerah tersebut.

Indonesia sering mengalami aktivitas seismik dan vulkanik karena posisinya di “Cincin Api” Pasifik, tempat lempeng tektonik bertabrakan.

Marapi merupakan gunung berapi teraktif di Sumatera dan salah satu dari 130 gunung berapi aktif di kepulauan Indonesia.

dsa-jfx/ser