September 27, 2021

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Oliosom Indonesia mengekspor permintaan menular untuk produk kesehatan

Ekspor oleokimia Indonesia diperkirakan meningkat untuk tahun ketiga berturut-turut menyusul tingginya permintaan produk pembersih dan kebersihan selama epidemi, kata presiden Asosiasi Produsen Oleokimia (APOLIN) negara itu.

Negara Asia Tenggara ini merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia dan diperkirakan akan mengekspor 4 juta ton oleokimia yang berasal dari minyak goreng tahun ini, meningkat 5,3 persen dari 3,8 juta ton pada 2020.

Dari sisi nilai, ekspor bahan kimia yang digunakan dalam sabun dan kosmetik mencapai $ 3,8 miliar tahun ini, naik 46,2 persen dari $ 2,6 miliar yang tercatat pada tahun 2020, kata ketua Apollo Robolo Hudabarat dalam konferensi virtual, Kamis.

Pada 2019, ekspor oleokimia Indonesia mencapai USD2,1 miliar, naik dari 3,2 juta ton.

Kerentanan Covit

Peningkatan yang stabil ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan akan produk kebersihan pribadi selama epidemi Pemerintah-19.

“Kesadaran akan kebersihan, seringnya mencuci tangan dan mandi setelah melakukan aktivitas di luar ruangan secara langsung meningkatkan kebutuhan akan sabun cair, sabun batangan, sampo, dan produk kebersihan,” jelasnya sebagai pendorong utama infeksi.

Lihat juga: Dampak Pemerintah: Impor minyak goreng turun menjadi 13 juta ton pada tahun minyak 2020-21

Selama periode Januari-Juli, ekspor oleokimia naik menjadi 3,82 juta ton, naik 16 persen dari 3,27 juta ton pada periode yang sama tahun lalu, menurut Kementerian Perdagangan.

Data tersebut juga menunjukkan ekspor minyak sawit yang lebih tinggi selama periode Januari-Juli dibandingkan tahun sebelumnya.

READ  Kampanye vaksinasi Indonesia akan dipercepat