April 24, 2024

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Metropolis Kreatif: Peran Indonesia dalam Membentuk Metaverse Global

Metropolis Kreatif: Peran Indonesia dalam Membentuk Metaverse Global

McKinsey memprediksi ekonomi metaverse akan bernilai $5 triliun pada tahun 2030. Ekonomi metaverse mengacu pada sistem ekonomi yang muncul yang muncul dari interaksi antara pengguna, pembuat konten, dan bisnis di metaverse, di mana individu dan organisasi dapat berinteraksi satu sama lain dalam berbagai cara, mirip dengan dunia nyata. Ekonomi Metaverse mencakup pembuatan dan penjualan konten digital, transaksi virtual, pengalaman dan layanan berbasis metaverse, aset virtual, dan ekonomi sosial.

Kemungkinan ekonomi metaverse mewakili peluang besar, dan banyak negara besar sudah memiliki cetak biru untuk memposisikan diri dalam rantai pasokan global. Misalnya, India bertujuan untuk menjadi pusat produksi perangkat IoT yang mendukung Metaverse seperti kacamata pintar. China berusaha memposisikan diri sebagai penyedia teknologi internet 5G dan 6G berkecepatan tinggi.

Dengan populasi lebih dari 270 juta dan lebih dari 170 juta pengguna internet, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat konten kreatif dalam ekonomi metaverse global. Faktor-faktor seperti demografi, kesiapan infrastruktur digital, perkembangan sektor kreatif, dan dukungan pemerintah menjadi beberapa aset utama yang menempatkan Indonesia pada posisi strategis untuk memanfaatkan fenomena Metaverse.

Faktor dan Aset:

Demografi Indonesia didominasi oleh generasi muda yang kreatif dan melek digital. Mereka adalah sumber yang kuat untuk pengembang, pengguna, dan konsumen konten kreatif. Selain itu, kekayaan budaya Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi yang tiada habisnya untuk membuat konten kreatif yang memberikan sentuhan unik yang menonjol dari konten lainnya.

Indonesia adalah negara kepulauan dengan 17.000 pulau dan 1.300 suku dengan bahasa, adat istiadat, dan budaya yang unik. Mereka semua memiliki gaya hidup, sejarah, dan tradisi yang berbeda. Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa yang digunakan oleh berbagai suku bangsa. Keanekaragaman budaya ini merupakan aset berwujud dan tidak berwujud yang menjadi sumber inspirasi yang tiada habisnya mendukung industri kreatif di era ekonomi metaverse.

READ  Australia menghadapi kelebihan nikel dari Indonesia

Industri kreatif Indonesia telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Negara ini telah menghasilkan banyak talenta muda di bidang film, musik, desain, dan game yang telah mendapat pengakuan internasional. Nilai ekspor sektor kreatif Indonesia, termasuk film, musik, desain, dan kerajinan meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), total nilai ekspor sektor kreatif Indonesia mencapai sekitar $22 miliar pada tahun 2019. Hingga akhir tahun 2022, terdapat 2.400 startup digital di Indonesia yang sebagian besar didominasi oleh startup di bidang kreatif. Startup industri kreatif berbasis web3 dan blockchain bermunculan di Indonesia, misalnya Majalub telah menciptakan Dresso, startup fashion digital, dan Nova Project, yang berfokus pada seni rupa.

Pemerintah Indonesia telah menyadari pentingnya industri kreatif dan telah mengambil langkah-langkah untuk mendukung pertumbuhannya, termasuk pemberian insentif dan pendanaan. Selain itu, dengan komunitas startup yang sangat aktif dan aktif, Indonesia menunjukkan semangat inovasi dan kewirausahaan yang tinggi.

Langkah Persiapan:

Untuk memanfaatkan kekuatan ini, beberapa langkah harus diambil. Pertama, meningkatkan infrastruktur digital termasuk meningkatkan kecepatan internet, jaringan 5G, dan akses ke teknologi canggih adalah kuncinya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di China, untuk mendorong adopsi Metaverse secara massal, setidaknya 60% populasi perlu terhubung ke Metaverse.

Kedua, pendidikan dan pelatihan, khususnya di bidang teknologi, seni digital dan desain harus ditingkatkan. Mempersiapkan pekerja terampil untuk industri kreatif di era Metaverse sangat penting.

Untuk meningkatkan potensi Indonesia dalam ekonomi Metaverse, kurikulum pendidikan formal di semua tingkatan – mulai dari SD, SMP, SMA hingga universitas – harus direstrukturisasi untuk memasukkan topik yang berkaitan dengan teknologi, seni digital, dan desain. Mata pelajaran seperti pemrograman, desain grafis, dan animasi harus menjadi bagian dari kurikulum komprehensif ini.

READ  Citra satelit baru menunjukkan kemajuan pembangunan ibu kota baru Indonesia, Nusantara, di tengah hutan

Juga, manfaatkan kekuatan teknologi untuk memperluas akses ke pendidikan dan pelatihan, terutama bagi individu yang tinggal di daerah tertinggal. Hal ini dapat dicapai melalui berbagai platform digital seperti Massive Open Online Courses (MOOCs), webinar atau platform pembelajaran online lainnya. Dengan mendemokratisasi akses ke sumber daya ini, Indonesia dapat mengembangkan tenaga kerja terampil yang siap berkontribusi pada ekonomi metaverse global.

Ketiga, dukungan terhadap startup dan entrepreneur di sektor teknologi dan konten kreatif harus ditingkatkan. Hal ini dapat dilakukan melalui permodalan dan pembiayaan. Saat ini, proyek pendanaan alternatif untuk proyek industri kreatif khususnya industri musik dan film di Indonesia telah diluncurkan oleh grup ID-Opentech yang membawa teknologi tokenization dan crypto dari Korea Selatan. Idenya adalah untuk penggemar, investor, dll. Untuk mendukung proyek dengan NFT.

Keempat, regulasi yang mendukung inovasi dan melindungi hak kekayaan intelektual harus diperkenalkan oleh pemerintah. Terakhir, pertumbuhan komunitas kreatif harus didorong, mendorong ekosistem bagi pengembang, desainer, dan seniman untuk belajar dan berkolaborasi.

Kerja sama strategis

Untuk mengembangkan kemampuan ini, kolaborasi strategis harus dibangun. Kolaborasi antara universitas dan industri akan mendorong inovasi dan penelitian. Kolaborasi dengan perusahaan teknologi internasional dapat mempercepat adopsi dan pertumbuhan perangkat meta. Kemitraan antara startup, pemerintah dan sektor swasta, serta antara seniman dan teknolog juga penting.

Pemerintah Indonesia sebaiknya menggandeng perusahaan global seperti Microsoft, Meta Group, Apple, Google, Alibaba, Tencent, Bitten, Huawei untuk membantu meningkatkan lingkungan industri kreatif Indonesia.

Selain itu, kolaborasi regional dan internasional akan membantu mempromosikan standar, berbagi pengetahuan dan praktik terbaik, serta menyelenggarakan acara dan konferensi bersama. Posisi geografis Indonesia yang strategis dan sikap politik luar negeri Indonesia yang netral dalam perebutan kekuasaan antara Barat dan Cina dapat digunakan untuk memperkuat daya tawar Indonesia dalam menumbuhkan lingkungan ekonomi kreatif lokal.

READ  Para pemain Indonesia merayakannya di hotel usai lolos ke babak gugur Piala Asia

Bali memiliki potensi besar untuk menjadi tuan rumah berbagai konferensi internasional, dan pemerintah Bali telah menyadari pentingnya mengembangkan sumber pendapatan selain pariwisata. Bali merangkul ekonomi digital mulai tahun 2022 dengan menyelenggarakan DigiFest.

Majalab adalah contoh yang bagus tentang bagaimana inisiatif bisnis dapat menjembatani kesenjangan antara pemerintah Bali, komunitas pengembara digital di Bali, dan pelaku industri kreatif lokal dalam adopsi teknologi blockchain dan web3, pelopor Metaverse.

Batam, dengan posisi geografisnya yang strategis berhadapan langsung dengan Singapura di Segitiga Emas dan Johor di Malaysia, akan menjadi pusat riset dan inovasi Metaverse. Saat ini, Batam memiliki klaster industri digital di Nongsa Digital Park, tempat perusahaan outsourcing animasi berada, yang merupakan basis utama ekonomi Metaverse. Batam juga akan menjadi pusat data terbesar di dunia, yang akan menjadi aset fundamental dalam mengembangkan ekonomi Metaverse.

Dengan pendekatan yang tepat dan kolaborasi yang efektif, Indonesia dapat memanfaatkan potensi besar industri kreatifnya untuk menjadi pemain penting dalam ekonomi metaverse global. Memang, ini bukan perjalanan yang mudah atau cepat. Ini akan menjadi solusi dan modal untuk mengatasi bonus penduduk Indonesia. Sektor kreatif akan menyerap banyak tenaga kerja dan menciptakan lapangan kerja.

Tentu saja, ini bukan tugas yang mudah dan kolaborasi antara semua pemangku kepentingan termasuk pemerintah, industri dan perguruan tinggi diperlukan untuk mencapai hal ini. Masih cukup waktu untuk Indonesia, menurut penelitian saya, butuh waktu 5 sampai 10 tahun untuk adopsi massal Metaverse.