Mei 30, 2024

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Menteri menjelaskan program sosial pemerintah Indonesia di forum IOC

Menteri menjelaskan program sosial pemerintah Indonesia di forum IOC

Sejauh ini, setidaknya 100 juta KPM telah terdaftar di DTKS, termasuk 1,040 juta penyandang disabilitas.

JAKARTA (Antara) – Menteri Sosial Dri Rismaharini menyoroti upaya pemerintah Indonesia menangani masalah sosial dalam Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang diselenggarakan di Kairo, Mesir.

Dia mengatakan jajarannya terus menyempurnakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk mendata secara detail rumah tangga penerima manfaat (KPM) skema jaminan dan perlindungan sosial Kementerian Sosial dan percepatan pengentasan kemiskinan. Kamis.

“Sejauh ini, setidaknya 100 juta KPM telah terdaftar di DTKS, termasuk 1,040 juta penyandang disabilitas,” katanya seraya menambahkan perwakilan dari 40 negara hadir dalam acara yang bertema keadilan sosial dan jaminan sosial tersebut.

Kementerian Sosial telah mendaftarkan 10 juta KPM dalam Skema Kepercayaan Keluarga (PKH) dan 18,8 juta penerima manfaat dalam Skema Bantuan Bahan Pokok yang terdaftar di DTKS.
Data tersebut juga digunakan untuk menentukan penerima bantuan keuangan (PPI) skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tambah Menkeu.

Jajarannya bekerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan pos milik negara PT Pos Indonesia menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk BBM dan minyak goreng.

Kementerian juga memberikan bantuan usaha dan pelatihan pengembangan keterampilan kewirausahaan di bidang kuliner, kerajinan, barang dan jasa, pertanian dan hortikultura yang disebut program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) untuk meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat miskin.

Pada tahun 2022, 10.000 keluarga di seluruh Indonesia telah berpartisipasi dalam program tersebut.

Sedangkan untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok marjinal, kementerian membangun dua rumah susun berlantai lima. Pemerintah berencana membangun 14 gedung apartemen lagi di delapan lokasi di seluruh Indonesia.

Lantai dasar setiap bangunan diprioritaskan untuk digunakan oleh lansia atau penyandang cacat. Setiap flat bisa disewa, mulai dari Rp10.000 (US$0,67) per bulan.

READ  BYD meluncurkan mobil baru di Indonesia dengan pabrik senilai $1,3 miliar

Selain itu, Kementerian Sosial telah mendirikan Pusat Kreatif Bantuan Rehabilitasi Sosial (ATENSI) untuk meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

Kementerian menyediakan tongkat jalan adaptif dan perangkat Global Positioning System (GPS) dengan fitur inovatif seperti panas, air mengalir, dan deteksi bahan kimia berbahaya untuk meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang cacat.

Selain itu, Rizmaharini mengatakan pemerintah telah melakukan program operasi katarak secara masif, termasuk untuk anak-anak.

“Setiap kali dilakukan operasi massal, sedikitnya 300 anak diperiksa dan dioperasi,” katanya.

Menteri mencatat bahwa stafnya telah membebaskan lebih dari 8.000 orang dari stok.

Selain itu, pemerintah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak-hak penyandang disabilitas melalui program Indonesia Hears, Indonesia Sees dan Indonesia Moves.

Terkait dengan mitigasi bencana, kementerian telah mendirikan posko pengungsian dan lumbung masyarakat berskala besar, serta menyediakan penyangga di lumbung.

Saat ini, terdapat 484 lumbung padi di 544 kecamatan dari 145 kabupaten dan kota yang tersebar di 29 provinsi di Indonesia.

Kementerian memiliki 39.000 personel darurat (tagana) yang dilatih untuk menanggapi keadaan darurat dengan cepat.

Kementerian Sosial membentuk Desa Siaga Bencana di 936 lokasi di 34 provinsi.

Berita terkait: Menteri memuji pemuda Azmat karena kemampuannya membuat perahu panjang
Berita terkait: Menteri Rizmaharini bertemu pengusaha Papua
Berita terkait: Pemberdayaan masyarakat di Asmath merupakan manifestasi dari panchaseelam: Menteri

Diterjemahkan oleh: Devi Ramathan, Yu Liman
Editor: Aziz Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2023