September 27, 2021

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Kerja sama untuk mempertahankan status panas bumi Indonesia terus berlanjut.

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Karaha Bodas, Jawa Barat, Indonesia (Sumber: Gunavan Sutrisno)

Konversi aset panas bumi PLN / Indonesia Power menjadi energi panas bumi Ferdamina di bawah Yayasan Kelembagaan Panas Bumi milik negara Indonesia.

Saat berbagi ulasan tentang perencanaan holding BUMN panas bumi untuk menggabungkan Pertamina Geothermal Energy, PLNG dan Geo Dipa Energy Artikel terbaru Sedikit cahaya pada pekerjaan saat ini pada koneksi.

Saat ini, proses pengalihan aset dan penetapan zona panas bumi BUMN sedang dilakukan oleh Menteri Sekuridas sebagai konsultan terkemuka. Dikonfirmasi dengan proses terbaru, Menteri Sekuridas memastikan proses konsolidasi properti masih berlangsung. “Masih berjalan,” kata Direktur Menteri Sekuridas Harold Dijiptajaja dalam keterangannya kepada Kontan hari ini.

Prosesnya pada Agustus adalah konversi aset PLN GG dan Indonesia Power menjadi Bertamina Geothermal Energy (PGE). Setelah itu, aset harus ditransfer dari Geo Depo.

Arya Sinulinka, Staf Khusus Menteri BUMN, mengatakan pihaknya masih menghitung total aset yang dimiliki Bertamina dan PLN. “Kalau hartanya (yang dimiliki) sebanding dengan jumlah hartanya, itu adil baginya dan pemiliknya,” kata Arya.

Dia mengatakan BT Geo Dipa Energy akan menggunakan metode yang berbeda dalam mendirikan holding ini. Sayangnya, Arya belum merinci metode yang digunakan.

Yang jelas Kementerian BUMN telah memastikan bahwa PT PLN saat ini fokus pada integrasi aset gas dan pemanasan global (PLN GG) dan PGE.

Sebelumnya, Wakil Menteri BMN Pahala Mansouri mengatakan, PGE dinilai sebagai opsi yang paling layak untuk menjadi induk perusahaan BMN. “Sebenarnya Bertamina Geothermal sepertinya saat ini yang paling berpeluang menjadi Harting (induk), tapi ini akan terus kita bahas,” kata Pahala beberapa waktu lalu.

READ  Membuka masa depan digital pertanian Indonesia

Managing Vice President Corporate Communications and CSR PLN Agung Murdifi menjelaskan, “Retensi ini akan menjaga harga listrik yang terjangkau bagi pelanggan PLN karena akan menggunakan efisiensi beban ekstra untuk memasok listrik.

“Jadi kalau ada yang bilang penangkapan ini bukan nasionalisme, itu paradoks. Sebelum holding plan ada, manajemen yang ada terfragmentasi, nilai tambah kecil, dan ada bargaining chip bagi pemegang saham,” kata Agung.

Karena itu, ia berharap semua pihak, termasuk serikat pekerja, mendukung pembentukan perilaku tersebut.

Sumber: Senang