Oktober 8, 2022

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk memperkuat ikatan dan program pendidikan

MAGELANG, INDONESIA – Pada tanggal 13 September, pemerintah Republik Indonesia dan Amerika Serikat memperdalam komitmen mereka terhadap kemitraan pendidikan dengan memperbarui Perjanjian Fulbright. Pengaturan bilateral tersebut didasarkan pada Nota Kesepahaman Kerjasama Bidang Pendidikan yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nadiam Maharim dan Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken pada Desember 2021.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia Suharti dan Asisten Menteri Pendidikan dan Kebudayaan AS Lee Satterfield menandatangani kesepakatan implementasi Program Fulbright di Indonesia di sela-sela Pertemuan Menteri Kebudayaan G20. Di Magelong, Indonesia. “Pada peringatan 70 tahun program Fulbright di Indonesia, saya senang melihat ikatan pendidikan dan budaya antara Amerika Serikat dan Indonesia terus tumbuh dan semakin dalam,” tanda tangan Asisten Sekretaris Satterfield.

Pengaturan ini memfasilitasi American Fulbright Scholars yang melakukan perjalanan ke Indonesia untuk kuliah di universitas-universitas Indonesia dan American Fulbright Student English Teaching Assistants (ETA) yang mengajar bahasa Inggris bersama guru bahasa Inggris Indonesia di sekolah menengah Indonesia di seluruh negeri. Program Fulbright lainnya terus mendukung masyarakat Indonesia, seperti beasiswa bagi fakultas untuk mengajar bahasa Indonesia di universitas-universitas Amerika, mahasiswa untuk mengejar gelar master dan doktoral di AS, dan Hubert Humphrey Fellowships pertengahan karir. , dan kepada para sarjana tamu pascadoktoral yang melakukan penelitian di berbagai bidang di universitas dan institusi terkemuka di Amerika.

Program Fulbright adalah program pertukaran akademik unggulan pemerintah AS dan beroperasi di 160 negara di seluruh dunia, 49 di antaranya dikelola oleh Komisi Fulbright. Program di Indonesia dimulai 70 tahun yang lalu pada tahun 1952 dan telah membantu 3.000 orang Indonesia dan 1.500 orang Amerika belajar, mengajar atau melakukan penelitian di negara lain. AMINEF, Yayasan Pertukaran AS-Indonesia, Komisi Fulbright di Indonesia, telah mengelola program di Indonesia selama 30 tahun terakhir. US Fulbrighters Mahasiswa AS atau penerima beasiswa US Scholar bekerja sama dengan Institut Nasional untuk Riset dan Inovasi (Baden Raisset dans Innovasi National, atau BRIN) dan rekan-rekan Indonesia untuk melaksanakan disertasi atau melaksanakan proyek penelitian independen atau kolaboratif.

READ  Nelayan Indonesia 'mengambil' terumbu karang Pilbara setelah diabaikan oleh pihak berwenang selama berhari-hari

Alumni Program Fulbright Indonesia memiliki sejarah kepulangan ke negara asalnya dan telah berkontribusi melalui karir mereka di berbagai bidang seperti studi akademik, seni, dan sains untuk menumbuhkan pengetahuan dan mempromosikan saling pengertian antara Indonesia dan Amerika Serikat. Alumni terkemuka antara lain Haji Agus Salim, Afandi, Harkristhi Harkrisnovo, Mokhtar Kuzuma-Atmaja, Syafi Ahmad Maarif, Juono Sudarsono, Melanie Budianta, Putu Vijaya, Prativi Sudarmono, Ayu Karthika Devi, Indonesia, Anis, Baswayam dan Anis, Baswayam. Liddle, Danilyn Rutherford, Celia Lowe, Robert Hefner, Anne Rasmussen, Don Emmerson, Barbara Harvey, James Castle, Anna Tsing, dan Direktur Eksekutif AMINEF saat ini Alan Feinstein, antara lain dari Amerika Serikat.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://id.usembassy.gov/education-culture/fulbright-program/ atau www.AMINEF.or.id.

Klik Di Sini Untuk lebih banyak gambar dan video.