Desember 8, 2021

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Dengan tidak adanya tanda-tanda kapal selam Indonesia saat angin mereda, pencarian dimulai lagi

JAKARTA, Indonesia – Pasokan oksigen untuk 53 awak kapal selam Indonesia hilang di perairan luar Bali pada Sabtu pagi karena kapal diyakini kandas tanpa jejak, sementara pencarian dilanjutkan dengan kapal perang Australia yang dilengkapi sonar.

Resor KRI Nangala 402 hilang setelah penyelaman terakhirnya dari pulau itu pada hari Rabu, dan ada kekhawatiran yang berkembang bahwa resor itu mungkin tenggelam terlalu dalam untuk dijangkau atau pulih tepat waktu. Kapal selam itu diperkirakan akan meninggalkan Oxygen Sabtu pagi, kata kepala Angkatan Laut.

“Kami akan meningkatkan upaya hari ini hingga pukul 3 pagi besok,” kata juru bicara militer Mayjen Ahmed Riyadh kepada wartawan, Jumat. Konferensi pers dijadwalkan pada Sabtu pagi.

Tidak ada tanda-tanda kehidupan dari kapal selam itu, tetapi anggota keluarga menyatakan keyakinannya bahwa upaya pencarian besar-besaran akan menemukan kapal itu tepat waktu.

“Keluarganya dalam kondisi baik dan sedang berdoa,” kata Rati Vardhani, saudara perempuan Wisnu Subiandoro, 49 tahun. “Kami berharap Nangala bisa pulih bersama semua tim.”

Kapal-kapal Indonesia dan sebuah pesawat patroli dikerahkan untuk pencarian, dengan fokus pada area di mana kapal selam itu hilang selama latihan setelah kebocoran minyak. Dalam dua hari sebelumnya, regu penyelamat melakukan pencarian massal serupa.

Sebuah pesawat mata-mata Amerika, P-8 Poseidon, diharapkan bergabung dalam pencarian pada hari Sabtu, dan kapal Australia kedua akan segera tiba.

“Kedua kapal Australia ini akan membantu memperluas area pencarian dan memperpanjang durasi upaya pencarian,” kata Marine Hammond, Admo Belakang Angkatan Laut Australia.

Kapal penyelamat Singapura dan Malaysia juga diharapkan dalam beberapa hari mendatang.

Presiden Indonesia Joko Widodo telah membatalkan kunjungan ke pelabuhan Bank Banyu untuk mempersiapkan KTT regional akhir pekan di Jakarta. Sambil memerintahkan segala upaya untuk menemukan kapal selam tersebut, ia meminta kepada masyarakat Indonesia untuk mendoakan kedatangan awak kapal yang selamat.

READ  Reformasi BUMN Indonesia: Berapa Jumlah Orang China? - Komentar

Prioritas utama kami adalah keselamatan 53 anggota tim, kata Widodo dalam pidato yang disiarkan televisi Kamis. “Kepada keluarga kru, saya bisa memahami perasaan Anda, dan kami melakukan segala yang kami bisa untuk membuat semua kru tetap di kapal.”

Tidak ada bukti konklusif dari suplemen minyak licin. Yuto Marcono, kepala eksekutif Angkatan Laut, mengatakan awak kapal mungkin telah bocor minyak dari retakan di tangki bahan bakar kapal selam atau melepaskan bahan bakar dan cairan untuk mengurangi berat kapal, sehingga bisa muncul ke permukaan.

Marcono mengatakan objek tak dikenal yang memancarkan magnet tinggi itu terletak di kedalaman 50 hingga 100 meter (165 hingga 330 kaki) dan pihak berwenang yakin itu adalah kapal selam.

Namun, kapal selam itu tenggelam hingga kedalaman 600-700 meter (2.000-2.300 kaki), jauh lebih dalam dari kedalaman keruntuhannya, dan Angkatan Laut yakin tekanan air akan lebih tinggi daripada yang dapat ditahannya. Kedalaman tenggelamnya kapal diperkirakan mencapai 200 meter (655 kaki) oleh sebuah perusahaan Korea Selatan pada 2009-2012.

Penyebab hilangnya data tersebut masih belum jelas. Angkatan Laut mengatakan kapal selam itu mungkin tidak dapat melanjutkan prosedur darurat karena pemadaman listrik.

Kecelakaan kapal selam seringkali menjadi bencana besar.

Pada tahun 2000, kapal selam nuklir Rusia Kursk tenggelam selama ledakan internal dan manuver di Laut Barents. Sebagian besar dari 118 karyawannya tewas seketika, tetapi 23 orang kemudian melarikan diri di boks belakang sebelum meninggal, sebagian besar karena mati lemas. Pada November 2017, sebuah kapal selam Argentina dengan 44 awak hilang di Atlantik Selatan, hampir setahun sebelum bangkai kapal ditemukan di kedalaman 800 meter (2.625 kaki).

READ  Indonesia berharap dapat membuka kembali Bali untuk turis asing pada bulan Juni

Namun pada 2005, hampir tiga hari setelah kapal mereka dibajak oleh jaring ikan dan kabel di Samudra Pasifik, tujuh orang di kapal selam mini Rusia berhasil diselamatkan. Mereka hanya memiliki enam jam oksigen sebelum mencapai permukaan.

KRI Nangala 402 bertenaga diesel buatan Jerman telah beroperasi di Indonesia sejak 1981, membawa 49 awak kapal dan tiga pria bersenjata beserta komandannya, menurut Kementerian Pertahanan Indonesia.

Indonesia, negara pulau terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, telah menghadapi tantangan yang semakin besar terhadap klaim maritimnya dalam beberapa tahun terakhir, termasuk banyak insiden yang melibatkan kapal China di dekat Kepulauan Nachuna.

———

Penulis Associated Press Hyung-in Kim di Seoul, Korea Selatan, Rod McCurk di Canberra, Australia dan Robert Burns di Washington berkontribusi pada laporan tersebut.