Oktober 8, 2022

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Agen pembantu khawatir bahwa permintaan untuk orang Indonesia mungkin turun

PETALING JAYA: Memasuki bulan September, jumlah TKW Indonesia tinggal sedikit.

Pada 12 April, Menteri Tenaga Kerja Datuk Sri M. Ini jauh dari 10.000 pekerja yang diperkirakan akan tiba setelah Hari Raya, seperti yang diumumkan oleh Saravanan.

Baca Juga: ‘Supermaids’ Kembali

Pada awal Agustus, kepala kedutaan Indonesia Bambang Suharto mengatakan sekitar 1.000 pekerja rumah tangga akan diterima sebagai bagian dari penerimaan pertama, dengan masing-masing agen mendapatkan 30 hingga 50 pekerja setiap bulan.

Itu belum terjadi, dan agen tenaga kerja yang mengkhususkan diri dalam pembantu rumah tangga Indonesia khawatir bisnis mereka akan menderita karena majikan beralih ke negara sumber lain.

Direktur Agensi Pekerjaan Handal Sdn Bhd Lenny Augustin mengatakan pembekuan baru-baru ini yang diberlakukan oleh pemerintah Indonesia karena perselisihan tentang metode perekrutan pembantu telah mengurangi pendapatan agensinya sekitar 40%.

Sebuah agen yang mengkhususkan diri dalam pembantu rumah tangga yang berbasis di Nusa Tenggara Timur telah menunggu pembantu datang selama lebih dari dua bulan dan harus memberitahu klien bahwa proses hanya akan diperpanjang pada awal atau pertengahan bulan ini.

“Pembantu harus menjalani pelatihan wajib sebelum datang ke Malaysia. Namun, ketika pembantu datang, kami masih harus menyelesaikan dokumen Malaysia, yang memakan waktu hingga 14 hari, ”kata Agustinus.

Dia menambahkan bahwa pelatihan untuk pembantu juga membutuhkan waktu.

Dia menambahkan bahwa pelanggan yang awalnya meminta pembantu Indonesia dapat beralih ke pembantu Filipina atau kewarganegaraan lain karena meningkatnya ketidaksabaran dengan waktu tunggu yang lama.

Seorang agen perekrutan Global Ace Employment Agency, yang hanya ingin dikenal sebagai Sally, mengatakan setelah implementasi Nota Kesepahaman tentang Ketenagakerjaan dan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Indonesia (MOU PDI) antara Indonesia dan Malaysia. pembantu Filipina.

READ  Hanya 1 dari 52 paus pilot yang terdampar parah di Indonesia

MOU menetapkan upah yang lebih tinggi dan jam kerja yang lebih pendek untuk pembantu rumah tangga Indonesia.

Sally mengatakan akan butuh waktu bagi pasar untuk menerima gaji baru untuk pembantu rumah tangga Indonesia.

“Dengan kenaikan gaji, kami memiliki lebih banyak pembantu Indonesia. Karena itu kami berharap dapat menyaring TKW yang berkualitas,” imbuhnya.

Pada tanggal 5 Agustus, dilaporkan bahwa sekitar 23.000 pekerja rumah tangga Indonesia telah disetujui dan diproses untuk dicocokkan dengan majikan di Malaysia.

Dubes RI Hermono mengatakan para pekerja akan tiba secara berkelompok mulai pertengahan Agustus begitu pilot project melalui One Channel System beroperasi.