Oktober 17, 2021

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Upaya SAR berlanjut untuk 18 orang yang hilang setelah feri Indonesia tenggelam

Pasarnas Polly mengkoordinir pencarian (Pasarnas Polly)

Diposting pada 1 Juli 2021 16:47

Administrator Maritim

Upaya pencarian dan penyelamatan berlanjut untuk hari ketiga ketika pihak berwenang Indonesia mencari korban dari sebuah kapal yang tenggelam di lepas pantai Bali di laut yang ganas. Dari 76 penumpang dan awak yang diyakini berada di kapal, 18 masih belum ditemukan, menurut pejabat Basernes Polly.

Kapal Ro-Ro berusia 29 tahun, menurut pejabat setempat KMP Eunice Pelayaran 30 mil meninggalkan pelabuhan Gettapang di Jawa Timur pada 29 Juni akhir ke pelabuhan Kilimanjaro di Bali. Sekitar 1,65 mil laut di luar Kilimanjaro, total 920 ton kapal berada di laut yang deras dan dapat ditangkap oleh arus yang bergerak cepat. Laporan menunjukkan bahwa kapal mulai mengambil air dan menuju ke selatan setelah mengambil daftar. Itu tenggelam dalam waktu sekitar 30 menit.

Tim SAR dilaporkan terhalang oleh kegelapan dan air laut setinggi 13 kaki. Selama upaya awal mereka, mereka berhasil menyelamatkan 39 orang dari air, banyak di antaranya dilaporkan pingsan setelah bergerak selama berjam-jam di laut. Tujuh jenazah telah ditemukan. Laporan selanjutnya menunjukkan bahwa jumlah korban selamat meningkat menjadi 51 orang dan jumlah orang hilang meningkat menjadi 18 orang dari laporan awal 11 orang. Pejabat Pasternas mengatakan sulit untuk menentukan jumlah pasti orang di kapal itu. Mereka percaya ada sekelompok 13 dan tiga orang di dalamnya. Jumlah penumpang berkisar antara 41 hingga 60 orang.

Sebanyak lebih dari 200 karyawan dari tim SAR gabungan terlibat dalam operasi dengan laporan area pencarian yang diperluas antara 30 dan 50 mil persegi. Pencarian mencakup 13 kapal dan udara.

KMP Younis – Credit Union (Lisensi CCby4)

Upaya akan terhambat oleh ketidakmampuan tim SAR untuk menetapkan lokasi kapal karam. Mereka telah menemukan barang-barang pribadi yang diyakini milik beberapa pelancong dan jaket pelampung. Upaya penenggelaman di kawasan tersebut belum bisa dipastikan lokasi kapal tersebut. Penyelam melaporkan daerah dengan arus kuat dan kedalaman hingga 250 kaki.

Investigasi telah diluncurkan untuk mengetahui penyebab kecelakaan itu. Sayangnya, kecelakaan laut terlalu umum, dengan lebih dari 17.000 pulau di wilayah tersebut menjadi salah satu bentuk utama lalu lintas kapal. Para ahli dikutip di masa lalu dengan peraturan keselamatan, beban berat dan cuaca.

Tim SAR berencana untuk melanjutkan upayanya pada siang hari dan meminta bantuan masyarakat untuk melaporkan setiap benda yang ditemukan di air atau di pantai.

READ  Gempa bawah laut mengguncang Indonesia; Tidak ada peringatan tsunami