April 24, 2024

SUARAPALU.COM

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia, analisis, laporan khusus dari pusat kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, Medan & Bekasi.

Indonesia dan Sudan membahas persiapan pengiriman bantuan medis senilai US$1 juta ke Sudan

Tempo.co, Jakarta – Duta Besar Republik Indonesia (RI). SudanSUNARCO, Menteri Kesehatan Sudan, Dr. Haitham Mohamed Ibrahim, serta pejabat Kementerian Kesehatan Sudan dan Kementerian Luar Negeri, mengadakan rapat koordinasi penyerahan bantuan medis di Kementerian Kesehatan di Port Sudan pada hari Jumat. , diberitahukan mulai tanggal 29 Maret 2024 kemlu.go.id.

“Bantuan medis darurat yang diberikan pemerintah Indonesia kepada Sudan mencerminkan rasa persaudaraan dan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap Sudan. Pemerintah Indonesia berharap bantuan ini dapat meringankan beban yang dirasakan masyarakat Sudan akibat konflik bersenjata tersebut,” tegas Dubes. Menurut KBRI Khartoum, Republik Indonesia Sudan, Sunargo.

Pertemuan Duta Besar RI untuk Sudan dengan Menteri Kesehatan Sudan merupakan kelanjutan dari keputusan Menteri. Pertemuan yang berkaitan dengan distribusi Pengobatan darurat Membantu Untuk Republik Sudan. Pertemuan tersebut membahas persiapan pengiriman bantuan medis darurat dari pemerintah Indonesia, termasuk perbekalan kesehatan dan ObatSesuai permintaan Pemerintah Sudan, total nilainya akan mencapai USD 1 juta. Itu Membantu Rencananya pengiriman dari Jakarta menuju Port Sudan menggunakan Maskapai Garuda Indonesia. Humanis APengenal Rombongan misi yang dipimpin Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suhariando akan tiba di Sudan pada 4 April 2024.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kesehatan Dr. Haitham menyampaikan apresiasi atas bantuan pemerintah Indonesia. Meski berjauhan, Indonesia dan Sudan memiliki hubungan yang sangat erat. Dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga menyampaikan harapan agar integrasi kedua negara dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi semua pihak.

TEMPO.CO | KBRI Khartoum | Kemlu.go.id

Seleksi Guru: 5 negara ini dinilai gagal memindahkan ibu kotanya

klik disini Dapatkan update berita terkini dari Tempo di Google News

READ  Jumlah pelajar Australia yang belajar bahasa Indonesia terus menurun. Bagaimana cara mengatasi penurunan yang mengkhawatirkan ini?